Uji Nyali di Benteng Karang Bolong Nusa Kambangan, “Alcatraz”-nya Indonesia

Benteng peninggalan jaman dahulu memang selalu punya kesan mistis, tapi Benteng Karang Bolong Nusa Kambangan ini jadi benteng paling mistis yang pernah saya kunjungi.

Masih melanjutkan cerita perjalanan ke Cilacap bulan Februari lalu…

Pagi itu pukul 7 pagi di Desa Adipala, hujan deras menyambut kami seakan memadamkan semangat membara saya dan Riri untuk mengunjung Pulau Nusa Kambangan, tujuan utama kami pergi ke Cilacap. But the show must go on, kami tidak punya waktu lain karena sore nanti sudah harus pulang ke Jakarta. Untungnya Bu Tin (Budenya Riri) menyemangati kami untuk segera jalan demi mengejar jadwal kapal penyebrangan ke Nusa Kambangan pukul 8 pagi. Jadilah kami menempuh 1 jam perjalanan naik motor menembus hujan dari Adipala menuju Cilacap. Untungnya fisik sudah teruji karena 2 hari sebelumnya kami naik motor 2 jam menembus hujan sepanjang Semarang-Ambarawa. Ya begitullah jadi backpacker, harus siap ditempa hujan, panas, debu dan situasi tak menentu.

Singkat cerita, kami akan ke Nusa Kambangan ditemani sepupu Riri “Mba Pristi” dan pamannya Riri “Pak Ndut”. Namun karena Pak Ndut yang bekerja sebagai POMAL (Polisi Militer Angkatan Laut) masih ada tugas, akhirnya kami baru berangkat ke Nusa Kambangan sekitar jam 10 pagi. Dan ternyata kami dapat berita buruk karena hari ini akses menuju penjara Pulau Nusa Kambangan ditutup bertepatan dengan sidang akhir Abu Bakar Ba’asyir, otomatis tidak bisa naik kapal penyebrangan milik TNI AL. Hufft, pupus sudah harapan melihat penjara Alcatraz-nya Indonesia ini. Akhirnya Pak Ndut mengajak kami mengunjungi benteng Karang Bolong di timur Pulau Nusa Kambangan yang masih bisa diakses karena lokasinya jauh dengan penjara. Tak apalah, bagi kami yang penting bisa menjejakan kaki di Pulau Nusa Kambangan.

Pantai Teluk Penyu
Pantai Teluk Penyu

Sesampainya di Pantai Teluk Penyu, hujan masih setia menemani, maklumlah karena hari ini bertepatan Imlek. Oh iya, Pantai Teluk Penyu ini adalah objek wisata populer di Cilacap, darisini kamu bisa menyewa perahu nelayan untuk menyebrang ke Nusa Kambangan. Karena ombak laut masih tinggi akibat hujan, kami diajak meneduh dulu ke Pos pemantauan TNI AL yang berada di pantai ini.. Jarang-jarang kan bisa numpang di fasilitas marinir. *dalam hati girang bukan main

Pos Pemantauan POMAL
Dari dalam pos pemantauan

Pos pemantauan ini sebenarnya hanya bagunan sederhana, dari dalamnya kami bisa melihat lalu lintas kapal tanker minyak di teluk Cilacap. Yap, kota Cilacap memang terkenal mempunyai banyak kilang minyak, tiap harinya selalu ada aktifitas bongkar muat minyak dari kapal tanker ke kilang minyak dan sebaliknya. Dan ternyata yang baru saya tahu, minyak mentah yang diangkut itu dialirkan melewati pipa bawah laut, karena kapal tanker ukuran besar tidak bisa berlabuh di laut dangkal. *wow amazing

Setelah 2 jam menunggu hujan reda, akhirnya kami bisa menyebrang juga. Tapi tunggu dulu, kami ber-4 harus bantu si Pak Nelayan dorong perahu ke laut, karena tidak ada teman-temannya yang bisa bantu. Ujian ternyata belum berakhir, perahunya berat banget ciiyyyn~~~

perahu menuju nusa kambangan
Saya dan Riri
menuju pulau nusa kambangan
Bersama Mba Pristi dan Pak Ndut

Sekitar 10 menit menyebrang dengan perahu, kami pun sampai di Pantai Karang Pandan. Darisini ada akses jalan menuju Benteng Karang Bolong yang jadi tujuan kami. Selain kami berempat, hanya ada 2 pengunjung lainnya di pantai ini, benar-benar seperti pulau tak berpenghuni. Dan uji nyalipun dimulai, Pak Ndut kami padamu ya Pak *gulp

Benteng Karang Bolong
Benteng Karang Bolong

Benteng Karang Bolong ini adalah peninggalan Belanda yang digunakan pada perang jaman dahulu. Dinamakan Karang Bolong karena didirikan diatas bukit karang dan bagian bawah tanahnya menembus bukit karang. Kondisinya sudah banyak yang rusak, bahkan bagian dindingnya dipenuhi lumut dan akar pohon yang menjelajar sehingga lebih terkesan bangunan angker daripada bangunan gagah. Faktanya memang Benteng Karang Bolong ini bukan objek wisata yang dikelola, ada penjaga, papan informasi, bayar tiket masuk dll. Sumpah rasanya seperti di film Indiana Jones, datang ke pulau tak berpenghuni dan menemukan bangunan kuno yang misterius.

page
Lorong Bawah tanah dan suasana benteng yang bikin merinding
IMG-20160211-WA0004
Kalau mau kesini jangan lupa pakai obat anti nyamuk ya 😉

Pak Ndut yang sudah pernah kesini pun mengajak kami mengelilingi benteng, keluar masuk lorong bawah tanah yang gelap dan lembab. Bagian dalam benteng ternyata kosong belaka, hanya ada beberapa meriam rusak yang terlantar. “Emang nggak takut tin?” hehehe jangan ditanya, pundak saya rasanya pegel banget pas keluar benteng, mungkin ada “meneer Belanda” yang lagi ngerangkul pundak saya seakan-akan mengucapkan terima kasih telah berkunjung.hihihihi. Nggak tahu deh Riri ngerasain apa engga, yang jelas bawelnya berkurang 90% disini. Hehehehe

Dari Benteng Karang Bolong
Pemandangan laut Cilacap dari Benteng Karang Bolong

Dari luar benteng, kamu bisa bisa melihat laut Cilacap dan kapal-kapal tanker yang sedang melintas. Sehabis dari benteng kami kembali menuju pantai Karang Pandan, ternyata pantainya kece ada air terjun kecil yang berair tawar di sudutnya. Seru pokoknya menemukan tempat baru yang nggak berpenghuni dan bahkan nggak masuk list tujuan sama sekali. Ayo #VisitCilacap !!!

pantai karang pandan
Pantai Karang Pandan, Nusa Kambangan
DSCN0758
ciee lagi ada yang pacaran,suitt suiit *liatnya ke pojok kanan ya jangan salah fokus ke pipi Riri 😛

Ternyata keseruan masih berlanjut, kami nyaris ketinggalan kereta pukul 5 sore karena terlalu asyik main di Nusa Kambangan. Untungnya Pak Ndut biasa membawa mobil ambulance, jadilah kami diajak ngebut pake mobil Pak Ndut. Jarak yang biasa ditempuh dalam 30 menit jadi hanya dalam 10 menit saja saudara-saudara. Pas sekali sampai stasiun langsung ada pengumuman kereta datang. Fiuuuhhhh nyaris saja ketinggalan.

IMG-20160209-WA0022
Walau nyaris ketinggalan kereta tapi masih sempat foto dengan Bu Tin

Terima kasih banyak Bu Tin, Pak Ndut, Mba Pristy, sudah membuat liburan singkat kami di Cilacap seru bukan main. Sekian cerita perjalanan saya kali ini, terima kasih sudah membaca.

Mari jelajahi negerimu, kenali negerimu dan cintai negerimu dengan travelling !!!

Bagaimana cara menuju Nusa Kambangan dari Jakarta ?

Cara paling murah, naik bis ekonomi AC  langsung ke Cilacap (Sinar Jaya, Dewi Sri) tarifnya sekitar Rp. 80.000- Rp.100.000 atau naik KA Serayu Malam (Ps.Senen-Kroya) tarifnya Rp. 67.000 lalu lanjut naik bis Kroya – Cilacap tarifnya Rp. 10.000. Sampai di terminal Cilacap cari angkot tujuan Teluk Penyu jaraknya sekitar 15 menit menuju lokasi. Sampai di teluk penyu, silahkan sewa perahu nelayan untuk menyebrang ke Nusa Kambangan, tarifnya Rp. 70.000 – Rp. 100.000 tergantung tujuan dan nego. Biar murah, ajak gabung rombongan lain karena 1 perahu bisa muat 10-15 orang. Jangan lupa minta nomor HP si pak nelayan untuk janjian jemput pulang ya.

Tips

  • Kalau memang tujuanmu ingin melihat penjaranya, pastikan sedang bisa di akses karena seringkali orang umum tidak diizinkan, jangan seperti saya ya gagal kesana karena nggak tahu lagi ada sidang.
  • Selain Benteng Karang Bolong dan penjara ada juga objek wisata lainnya coba main kesini
  • Jika ingin menginap banyak hotel di sekitar Teluk Penyu, tapi kalau homestay murah di bawah Rp. 100.000 saya masih minim info. Silahkan tanya mbah google ya atau SKSD sama Pak Nelayan kali aja dia tahu penginapan murah.hehehe

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *