Nepal’s Journey Day 7 : Makanan Halal di Pokhara dan Dongeng Dari Mr.Serge

Sekembalinya dari World Peace Pagoda, kami mengemasi barang untuk check out berganti penginapan. Kami masih punya waktu semalam lagi di Pokhara sebelum esok pagi kembali ke Kathmandu. Sejujurnya kami sudah nyaman dengan Pokhara Palace Hotel milik Dai Raj yang baik hati, tapi kami ingin merasakan experience lain menginap di penginapan dormitory agar bisa berinteraksi dengan traveler dari negara lain. Dengan berat hati kami berpisah dengan Dai Raj, untungnya ia memaklumi maksud keinginan kami.

Setelah lihat sana-sini penginapan di sekitar Pokhara dan berdasarkan rekomendasi dari beberapa blogger, akhirnya kami menjatuhkan pilihan di Angel Guest House. Terdapat kamar mix dormitory dengan tarif Rs 300 per malam. Bangunannya letter L bertingkat tiga, lumayan luas dengan taman asri di tengahnya.

Backpacker ke Nepal
Hotel Angel di Pokhara, salah satu hotel favorite para backpacker di Pokhara

Oh iya di depan di Hotel Angel  kami menemukan restoran halal pertama kali. Rupanya ini yang dimaksud Dai Raj, ketika bertanya dimana kami bisa menemukan restoran halal. Kami putuskan makan siang disini sebelum chek in penginapan.

“Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh”, seorang pria paruh baya berwajah India-Arab yang tampaknya pemilik restoran menyambut kami ramah dengan senyumnya.

“Walaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh, Hi ! Hello”, jawab kami berdua tak kalah ramah.

Senang rasanya berjumpa sesama muslim di tempat dimana keyakinan kami menjadi minoritas.

“Come in, come in, where you come from ? Singapore, Malaysia ?” tanya sang pemilik.

“Indonesia ! ?” jawab kami kompak.

“Ah I see, nice to meet you, usually visitor with Malay face like you come from Malaysia.” Terangnya.

Backpacker ke Nepal
Resto Lazeez Halal Food di Pokhara

Kami pun berbasa-basi dengannya sambil memilih dan bertanya mengenai menu makanan. Akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi goreng campur ala Nepal dengan saus sejenis kari yang porsinya super besar dan memesan milk tea, minuman favorite saya selama di Nepal . Saking banyaknya, saya pun memasukkan sisanya ke dalam tempat makan. HAHAHAHA lumayan tak perlu beli makan untuk nanti malam.

Backpacker ke Nepal
1 porsi chicken fried rice yang luar biasa banyak

Selesai makan kami bergebas untuk check ini, rupanya hanya ada satu tamu saja dari kamar berisi 10 kasur. Kami pun bisa bebas memilih tempat tidur sesuka hati. Yeaayyy….

Backpacker ke Nepal
kamar dormitory di Hotel Angel Pokhara
Backpacker ke Nepal
Karena low seasson kamar kami pun kosong melompong. Riri suka disini karena cat kamarnya warna kesukaan dia.

Oh iya perkenalkan, teman sekamar kami adalah seorang Bapak berusia sekitar 60-70 tahun, namanya Mr.Serge Braumgartner dari Switzerland. Ia sudah berada di Nepal sekitar 1 bulan.

“What are you doing in Nepal for one month? tanya saya.

“Enjoying my life, wake up in the morning, walking wherever I want, doing photography, watching local’s life, trying local’s food, reading a book, taking rest doing nothing,” begitu jawabnya dengan santai.

“Wow, so cool!  what a traveler’s dream !”

“Hahaha, so where are you come from ?

“from Jakarta, Indonesia”

“Ahhh, beatifull country, I’ve been to Bali, Tanjung puting, Borneo, Sumatera”

“Wow, we have never even been to Tanjung Puting”

Kemudian ia pun bercerita panjang lebar tentang pengalamannya mengunjungi berbagai belahan dunia. Bercerita tentang korupsi yang terjadi pada pemerintahan Nepal dan lainnya. Sayapun menyimak sekilas-sekilas sambil berberes memisahkan baju kotor. Riri yang menyimak dan berdiskusi panjang dengannya.

“So, how many country have you been visited ? Tanya Riri.

“Hmmmm, I’m not counting it, maybe up on 100 countries” Jawabnya.

“Waaaaaaahhhhh!!!

Mendengar jawabannya sayapun, bertanya kembali. “from so many countries have you been visited, which are country with the best impression ? make you feel want to back again and again ?

“For me, there are Turkey, Bolivia and Iceland”

Ia bercerita, ia mengagumi keindahan alam dan peninggalan sejarah di Turki, katanya Turki paket lengkap antara wisata alam dan wisata sejarah dan budaya. Sedangkan untuk Bolivia, ia pernah  bertugas disana dan ia banyak menjalin persahabatan dengan orang-orang disana. Ia juga sangat mengagumi keindahan Salt Lake di Bolivia. Sedangkan Iceland sangat berkesan karena ia pernah berlibur semasa kecil bersama keluarganya menyaksikan keindahan aurora. Sungguh, semua ceritanya membuat saya berangan-angan mengunjungi ketiga negara itu suatu hari nanti.

Hujan deras mengguyur Pokhara sore ini, rasanya sudah diatur agar kami bisa mendengarkan cerita pengalaman perjalanan Mr.Serge dan pengalaman hidup ia lainnya. Awalnya kami berniat untuk berbelanja souvenir sore ini, tapi yasudahlah semoga nanti malam sudah berhenti hujannya.

Backpacker ke Nepal
Saya, Mr Serge dan Riri

Dari hasil ceritanya, akhirnya kami bisa menyimpulkan ternyata dulu ia bekerja di PBB, itu mengapa ia banyak mengunjungi banyak negara dan jadi pensiunan kaya hingga bisa menikmati masa pensiunnya dengan travelling sepuasnya. Ia sekarang menikah dengan seorang wanita asal Aruba, Karibia dan punya rumah disana bersama istrinya. Istrinya sangat mengerti hasratnya untuk travelling sehingga tidak keberatan ditinggal berbulan-bulan untuk menjelajah. Kalau dari ceritanya, ia rupanya juga berasal dari keluarga berada di Switzerland sana, keluarganya punya peternakan kuda, tapi entah mengapa sepertinya ia sudah tak tertarik tinggal lama di Switzerland.

Dalam hati saya, Oh Mr. Serge ! did you know, Switzerland is dream destination ! Mending ajak saya tinggal disana daripada harta anda disana dibiarkan begitu saja ! ahahhaha. Oh iya yang mau kenal Mr. Serge bisa lihat koleksi foto-fotonya berkeliling dunia di sini.

Suara rintik hujan dan suasana yang diciptakan membuat kami semua menguap dan memutuskan mari kita istirahat tidur sore. Hoooahhhhhhhhhmmmm.

Malam hari hujan sudah berhenti namun masih gerimis, karena ini malam terkahir di Pokhara kamipun tetap memutuskan mencari oleh-oleh. Banyak genangan air dimana-mana ketika kami keluar, hampir semata kaki kami, mungkin karena posisi kami ada di di dekat danau yang merupakan dataran rendah. Syukurlah toko-toko masih tetap buka walaupun habis diguyur hujan deras. Dan seperti yang kalian duga, kami berdua kalap cari oleh-oleh, bahkan sampai berpisah agar waktunya efisien dan tidak saling menunggu.  ahhhhh We love Pokhara !

*PS: Untuk detail harga, ittinerary, tips n trick selama backpacker ke Nepal bisa dilihat di postingan ini.

2 Comments

  1. Aduh aku mendengar kata Pokhara sudah sakit hati huwahahaha. Dua hari di sana gerimis, sunrise-an udah sewa taksi mahal-mahal pas subuh ke Sarangkot malah kabut tebal bhuahaha. Aku harus balas dendaaaaaaaaaaaaam ke sana 😀

    1. Antin

      Wahhh untung aku masih dapat 1 sunrise disana dari 3 hari di Pokhara. Sarangkot bagus ya katanya, tapi kemarin urung kesana karena ongkos taksinya. Memang ke Pokhara ini harus dimusim yang tepat sih biar dapat view gunung esnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *