Nepal’s Journey Day 9 : Melihat Peradaban Kuno Kathmandu di Patan Durbar Square

Patan Durbar Square jadi salah satu tujuan utama kami di trip ini. Kenapa ? karena disinilah kami ingin merasakan aura kebudayaan Nepal yang sesungguhnya dari peninggalan bangunan kuno bersejarahnya. Patan Durbar Square jadi tujuan kedua kami hari ini setelah sebelumnya mengunjungi Swayambhunath. Tidak sulit menemukan kompleks bangunan kuno ini karena ini salah satu tempat wisata utama di Kathmandu. Saya dan Riri menggunakan motor sewaan untuk mengunjunginya. Walaupun kami tidak menggunakan GPS kami bisa menemukannya berkat petunjuk dari warga setempat dan papan petunjuk arah yang kami temui di jalan raya.

Setelah memarkir motor kami lalu mengikuti beberapa pengunjung untuk mencari pintu masuk. Seharusnya kami bayar tiket masuk seharga Rs 1000 untuk turis asing, tapi entah mengapa tak ada petugas yang menyetop kami, jangan ditiru ya. Mungkin karena areanya yang terbuka (tidak dikelilingi pagar) jadi banyak celah untuk masuk tanpa harus membeli tiket.

Durbar Square
Area luar Patan Durbar Square, banyak kafe dan restoran ditemukan disini

 

 

Patan Durbar Square
Loket pembelian tiket masuk

Memasuki kompleks Patan Durbar Square serasa balik ke era 60an, tidak ditemukan sama sekali bangunan modern disini. Patan Durbar Square sebenarnya merupakan alun-alun yang digunakan pada jaman kerajaan Kathmandu kuno yang sekarang terletak di daerah Basantpur di Kathmandu. Kompleks bangunan bersejarah ini terdaftar di situs warisan dunia UNESCO. Arsitektur bangunannya mewarisi budaya Newari.

Patan Durbar Square
Kuno, kuno dan kuno

 

Patan Durbar Square

Sebagian besar alun-alun berasal dari abad ke-17 dan ke-18 (banyak bangunan asli jauh lebih tua), banyak pembangunan kembali terjadi setelah gempa besar tahun 1934. Puluhan tahun berselang, Patan Durbar Square kembali menanggung beban besar dari kerusakan gempa bumi 2015 di Kathmandu. Saat kami kesini pun rekonstruksi masih dilakukan dan sepertinya akan berlanjut selama bertahun-tahun.Walaupun setengah lusin candi runtuh, Patan Durbar Square masih masih merupakan kompleks peradaban kuno yang luar biasa.

Patan Durbar Square
Salah satu bangunan yang sedang di renovasi

Banyak sekali pengunjung baik warga lokal maupun turis asing yang tumpah ruah disini. Berhubung kami tidak menggunakan jasa guide, kami hanya bisa membaca sedikit informasi yang terdapat di dinding bangunan dan menebak apa fungsinya. Sesekali saya menguping penjelasan guide yang sedang menjelaskan pada gerombolan turis asing. Karena waktu kami tidak banyak kamipun bergegas untuk hunting foto-foto.

Patan Durbar Square
Patan Durbar Square
Patan Durbar Square
bangunan yang didominasi dinding  bata merah dan ukiran kayu
Patan Durbar Square
Arsitektur gaya Newari
Patan Durbar Square
Disela patung-patung kuno yang banyak ditemukan Patan Durbar Square

Kami sempat mengobrol dengan guide lokal, dan dia bisa menebak kami backpacker kere dari Indonesia yang tidak membeli tiket. Tapi untungnya dia malah baik hati memberi tahu kami jalan tikus untuk keluar dari Patan Durbar Square agar tidak terlihat petugas. Kataanya ia juga seperti kami kalau sedang berkunjung ke tempat wisata demi mengirit uang. Syukurlah muka kami juga seperti warga lokal jadi mungkin tidak terlalu diperhatikan petugas.

 

 

Sudah lewat tengah hari kami pun memutuskan untuk mencari makan siang di area luar Patan Durbar Square. Tapi sayangnya kami hanya menemukan beberapa restoran yang sepertinya berharga mahal. Kamipun urungkan niat, dan akan mencarinya nanti saat menuju destinasinya selanjutnya, Boudhanath. Alih-alih menemukan makanan murah kami malah tak sengaja menemukan sisi menarik di area luar Patan Durbar Square, seperti yang terlihat di foto-foto berikut.

Patan Durbar Square
Jalan kecil yang masih dipenuhi puing-puing bangunan

 

Patan Durbar Square
Aktifitas warga lokal di sekitar Patan Durbar Square

 

Patan Durbar Square
Tak sengaja menemukan Golden Temple yang masih berada di area luar Patan Durbar Square
Patan Durbar Square
Toko-toko souvenir
Patan Durbar Square
Salah satu toko souvenir yang menjuak kerajinan ala budaya Nepal

Demikian cerita perjalanan kami mengeksplore Patan Durbar Square. Rasanya ini jadi tempat wajib yang tak boleh dilewatkan kalau kalian berkesempatan mengunjungi Kathmandu Nepal.

*PS: Untuk detail harga, ittinerary, tips n trick selama backpacker ke Nepal bisa dilihat di postingan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *