Nepal’s Journey Day 9 : Kerukunan Ummat Buddha dan Hindu di Swayambhunath

Tak terasa ini pagi terkahir kami di Nepal. Sehari kemarin waktu kami habis diperjalanan naik bus dari Pokhara kembali ke Kathmandu. Bis yang harusnya sampai dalam 5-6 jam molor menjadi 10 jam. Alhasil baru malam hari kami sampai di hostel, kami hanya sempat melihat-lihat kawasan Thamel area sebentar lalu kembali istirahat. Pagi sampaj sore hari ini kami berniat mengeksplore kota Kathmandu, tujuan utama kami ke Swayambhunath, Durbar Square dan Boudhanath.

Setelah bertanya kepada pemilik hostel tentang transportasi menuju kesana ia hanya merekomendasikan taksi. Bus lokal bisa tapi agak sulit harus menyambung beberapa kali. Akhirnya muncul ide, bagaimana dengan sewa motor! Ia pun memberi tahu ada bengkel dekat hostel yang menyewakan sepeda motor. Dan ternyata benar, mereka menyewakan motor matic tarifnya Rs 800 sehari, karena kami hanya pakai setengah hari akhirnya ia mau kami tawar jadi Rs 600. Cara sewanya mudah kami hanya isi form, kemudian ia melihat SIM C saya sebagai bukti saya punya izin mengemudi di negara asal dan yang terkahir Paspor saya di tahan sebagai deposit. Agak ngeri sih sebenarnya karena passpor ditahan sebagai deposit, tapi yasudahlah Bismillah aja tidak terjadi apa-apa.

rental motor di kathmandu nepal
Ini di si motor Honda Matic sewaan kami

Berbekal tourism map Kota Kathmandu yang diberikan pemilik hoste,l kami meluncur menuju Swayambhunath Temple. Berhubung rental motornya tidak include bensin jadi kami membeli bensin dulu, kalau tidak salah sekitar 2L. Cara belinya mirip dengan di Indonesia, ada petugas yang melayani. Bedanya SPBU disini lebih kecil dan petugasnya tidak berseragam.

Perjalanan naik motor menuju Swayambhunath Temple cukup menegangkan karena saya harus beradaptasi dengan lalu lintas kota Kathmandu yang cukup semrawut. Kuil ini berlokasi sekitar 3 km dari pusat Thamel area, letaknya berada di bukit kecil di barat laut Lembah Kathmandu. Kuil ini juga dikenal sebagai “Monkey Temple” di kalangan traveler.

Di area bawah sebelum memasuki kompleks kuil Swayambhunath kami terlebih dahulu menemukan patung raksasa Buddha Sakyamuni duduk di atas alas. Awalnya kami kira disini letak kuil Swayambhunath, karena kami menemukan orang-oramg yang sedang berdoa disebuah kuil. Ternyata lokasi sebenarnya masih di atas bukit, sekitar 500 m dari patung Budha ini. Kami pun sempat eksplore sebentar area patung patung raksasa Buddha Sakyamuni. Ada loket untuk pengunjung tapi tidak ada petugas yang mencegat kami jadi kami lenggang kangkung saja.

Tugu
Stupa ikonik yang selalu ditemukan di kuil-kuil Buddha di Nepal
Patung Buddha
Patung Buddha Sakyamuni
Swayambhunath
Portrait bocah lokal Kathmandu. Tiba-tiba ia datang minta di foto saat saya sedang memfoto prayer wheel.

 

Menuju stupa utama kuil Sway

Monyet liar berkeliaran
Monyet liar yang berkeliaran di sekitar patung Buddha
Patung ummat Hindu
Patung/Prasasti yang saya tak tahu apa arti tulisannya

Selepas dari patung Buddha Sakyamuni lalu kami berkendara keatas bukit sekitar 500m. Sampai di depan pintu utama, kami memarkir motor di lahan parkir resmi lalu masuk menuju halaman bawah. Lagi-lagi kami tidak dikenakan tiket masuk, tidak terlihat juga ada petugas yang memeriksa tiket pengunjung, mungkin wajah kami yang menyaru dengan wajah orang-orang lokal jadi tidak dicurigai sebagai turis asing. Di halaman bawah, kami menemukan pemandangan unik dimana para pengunjung melempar koin ke dalam bejana yang di tengah kolam. Kami kurng tahu tujuannya, karena tidak bisa bertanya ke guide, tapi biasanya tradisi ini untuk meminta keberuntungan.

lempar koin
Para pengunjung yang sedang melempar koin

Lepas dari kolam koin kami memulai perjalanan panjang dan curam menaiki 365 langkah batu yang cukup curam menuju stupa utama. Di sepanjang jalan ada kuil-kuil kecil dan toko-toko yang menjual suvenir.Sesampainya di puncak bukit kami melihat Stupa stupa utama yang sangat besar berwarna putih dengan ujung menara keemasan yang tak lain adalah stupa Swayambhunath. Di bagian menara emasnya tergambar Mata Buddha (The Eye of Buddha), dilukis di atas stupa sedang memandang ke bawah.

Stupa Utama Swayambhunath Temple
Stupa Utama Swayambhunath Temple
para pengunjung Swayambhunath Temple
para pengunjung Swayambhunath Temple

Kami pun berjalan mengelilingi Stupa berbaur dengan pengunjung lainnya. Uniknya tidak hanya ada kuil Buddha disini tapi juga terlihat patung tempat suci dewa Hindu memenuhi kompleks stupa. Dengan kata lain banyak ummat Hindu juga yang berkunjung kesini.

Prayer Wheel
Prayer Wheel yang berisi doa-doa,

Dasar stupa hampir seluruhnya dikelilingi oleh roda doa/ prayer wheel. Kita bisa melihat orang-orang berdoa dan juga terlihat mengelilingi stupa setiap saat.Saat beribadah ke kuil para ummat Buddha mengelilingi prayer wheel ini sambil memutarnya dengan tujuan doa-doa selalu mengalir dan berkumandang. Banyak terlihat turis asing disini walaupun ini adalah tempat ibadah yang aktif.

asas
Para pengunjung mencoba menggerakkan Prayer Wheel
ikutan
Saya pun ikut mencoba menggerakan Prayer Wheel
Swayambhunath Temple
Berdoa sambil Memberikan persembahan

Selain mengagumi keindahan bangunan Stupa dan mengamati aktifitas pengunjung yang sedang berdoa, dari kuil Swayambhunath  kita bisa menikmati pemandangan kota Kathmandu yang indah karena letaknya sebagian besar menghadap lembah.

view kota
Pemandangan kota Kathmandu dari atas Swayambhunath Temple

 

Begitulah cerita perjalanan kami mengunjungi Swayambhunath Temple yang selalu dikungjungi sejumlah besar umat Buddha dan Hindu sepanjang hari. Swayambhunath Temple ini mungkin adalah tempat terbaik untuk mengamati kerukunan umat beragama di Nepal.

ketemu monster
Bonus foto, saya bertemu dengan monster.heheheh

*PS: Untuk detail harga, ittinerary, tips n trick selama backpacker ke Nepal bisa dilihat di postingan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *