Kepulauan Seribu, Tempat Pelarian Terbaik dari Penatnya Ibukota

Tak terasa, di tahun ini saya sudah 3 kali berwisata ke kepulauan seribu. Mungkin pelampiasan karena di tahun-tahun sebelumnya saya tidak menyempatkan diri ke destinasi ini. Maka dari itu di tulisan ini saya ingin membagi pengalaman seru saya disini.

April 2014, Camping di Pulau Perak

Wah camping di pantai? Saya sangat tertarik ketika teman kuliah saya Diky mengajak camping di Pulau Perak dengan teman-teman kantornya. Sayapun langsung mengiyakan ajakan tersebut karena seumur hidup saya belum pernah camping dan juga sebagai pelepas penat sehabis sidang skripsi. Kebetulan saya pernah magang di kantor dia sehingga saya juga kenal dengan teman-temannya. Singkat cerita saya dan 6 teman lainnya berangkat pukul 05:30 dari kantor mereka di daerah Cikini. Pukul 07:00 kapal kami Miles bertolak dari pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Harapan dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Di Pulau harapan kami akan dijemput Pak Bob kenalan Diky yang akan jadi guide kami untuk camping sekaligus pemilik perahu kecil yang kami sewa. Jadi untuk menuju Pulau Perak kami harus transit dulu di Pulau Harapan baru menggunakan kapal kecil muatan sekitar 15 orang menuju Pulau Perak. Kapal tersebut kami sewa dengan tarif 700 ribu selama 2 hari (antar jemput ke pulau perak + snorkeling). Setelah makan siang dirumah Pak Bob kamipun melanjutkan perjalanan ke pulau perak dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Sepanjang perjalanan saya sangat menikmati pemandangan pulau-pulau kecil berpasir putih dikelilingi lautan biru bergradasi kehijauan. Sungguh pemandangan yang mengasyikan.

Perjalanan menuju Pulau Perak
Perjalanan menuju Pulau Perak

Sesampainya di pulau kami dikejutkan karena ada pengunjung yang terkena ikan batu sehingga kakinya bengkak dan harus digendong temannya. Kapal kamipun digunakan untuk mengantar pengunjung tersebut ke puskesmas terdekat. Sambil menunggu perahu kami kembali, kami mendirikan tenda milik Diky dan Mas Fajar, kebetulan mereka suka camping sehingga urusan peralatan semuanya lengkap.

Sampai di Pulau Perak
Sampai di Pulau Perak
Tenda Kami
Tenda Kami
View pantai dari depan tenda kami, bagus kan.
View pantai dari depan tenda kami, bagus kan.
View dari belakang tenda
View dari belakang tenda

Setelah perahu Pak Bob kembali kamipun langsung melanjutkan snorkeling ke 4 spot. Ini juga pertama kalinya saya snorkeling, walaupun awalnya sangat panik karena tidak bisa berenang akhirnya sayapun mulai terbiasa. Sambil kami snorkeling Pak Bob menombak ikan untuk kami bakar-bakar nanti.

Bersama Kak Aishi
Bersama Kak Aishi
Naik perahu paling seru di ujung depan.
Naik perahu paling seru di ujung depan.

Malamnya kami buat api unggun dan bakar ikan hasil tangkapan Pak Bob, ternyata ikan laut segar rasanya enak sekali walaupun tanpa bumbu.

Bakar ikan hasil tangkapan Pak Bob
Bakar ikan hasil tangkapan Pak Bob

Paginya kami mengeksplore pulau perak, ada sekitar 2-3 rumah penduduk yang sekaligus berjualan makanan, terdapat juga ayunan dan bangku-bangku untuk bersantai. Fasilitasnya sangat mendukung karena mungkin sering dihampiri wisatawan saat snorkeling. Di pulau ini juga ada sumur air tawarnya, sehingga tidak sulit untuk bersih-bersih.

di salah satu sudut pantai Pulau Perak
di salah satu sudut pantai Pulau Perak
Bintang laut yang ditemukan Pak Bob
Bintang laut yang ditemukan Pak Bob

Siangnya pukul 10:00 kami kembali ke Pulau Harapan untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Mari pulang
Mari pulang

Mei 2014, Camping di Pulau Dolphin

Kali ini saya camping dengan teman-teman SMA saya dan beberapa teman dari UI. Awalnya kami berencana camping di Pulau Perak, tapi Pak Bob (guide sebelumnya) menyarankan untuk camping di Pulau Dolphin karena Pulau Perak sedang kotor, kamipun menuruti saran beliau. Perjalanan kurang lebih sama seperti ke Pulau Perak karena letaknya tidak terlau jauh. Bedanya di Pulau Dolphin ini tidak ada penghuni dan air tawar, luasnya pun lebih kecil sehingga serasa pulau pribadi.

Teman camping saya, dari kiri Roland, Chaadom, Oline, Saya, Astrid, ..., Chemi, Dimas
Teman camping saya, dari kiri Roland, Chaadom, Oline, Saya, Astrid, temannya chaadom, Chemi, Dimas
Pantai di Pulau Dolphin
Pantai di Pulau Dolphin
Pasir putih di Pulau Dolphin
Pasir putih di Pulau Dolphin

Isi kegiatannya pun hampir sama, snorkeling di beberapa spot dan mengunjungi pulau-pulau sekitarnya.

Snorkeling lagi, kali ini bareng sahabat tercinta Chaadom
Snorkeling lagi, kali ini bareng sahabat tercinta Chaadom
Mampir ke Pulau Perak lagi dan kamipun main ayunan
Mampir ke Pulau Perak lagi dan kamipun main ayunan

Saat camping disini cuacanya lebih cerah dari waktu saya camping di Pulau Perak. Sunsetnya bagus dan pada malam harinya kami bisa tidur di luar tenda menikmati semilir angin sambil memandang langit bertaburan bintang.

Sunset di Pulau Dolphin
Sunset di Pulau Dolphin
Selamat Pagiiii....
Selamat Pagiiii….
Menikmati pantai pagi hari bersama Astrid sahabat kesayangan satu lagi.
Menikmati pantai pagi hari bersama Astrid sahabat kesayangan satu lagi.

Oh iya biaya camping baik di Pulau Perak maupun di Pulau Dolphin menghabiskan biaya +/- Rp. 300.000 dan kontak Pak Bob yang siap jadi guide disana 081287649073 / 087781660853.

September 2014, Liburan Bersama ANTV Sport di Pulau Pari

Perjalanan kali ini terasa beda karena saya bersama rombongan teman kantor sejumlah 25 orang ikut paket tour. Tentunya fasilitas dan makanan berlimpah sehingga saya tidak perlu repot-repot lagi. Menuju pulau Pari kami menaiki kapal (aduh saya lupa namanya) dari pelabuhan Muara Angke dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Di atas kapal menuju Pulau Pari
Di atas kapal menuju Pulau Pari
ANTV Sport tiba di Pulau Pari
tiba di Pulau Pari
Alat transportasi kami selama di Pulau Pari yang disebut andong oleh warga sekitar
Alat transportasi kami selama di Pulau Pari yang disebut andong oleh warga sekitar

Homestay yang kami tempati langsung menghadap laut walau agak jauh dari halamannya tapi setidaknya viewnya lebih baik dari homestay sekitarnya.

Tempat santai asikk yang ngga jauh dari homestay
Tempat santai asikk yang ngga jauh dari homestay

 Penduduk Pulau Pari ada sekitar 600 orang, pada saat weekend jumlahnya bertambah hingga seribuan yang tak lain adalah wisatawan seperti kami. Snorkeling dan watersport pun jadi agenda kegiatan kami di hari pertama. Ini pertama kalinya saya mencoba watersport berupa perahu karet seperti sofa yang ditarik speedboat, sangat menguji adrenalin apalagi saat menerjang ombak, sayapun sampai terpental-pental dibuatnya.

Let's go to snorkeling
Let’s go to snorkeling
Yeaaaayyy snorkeling lagiii
Yeaaaayyy snorkeling lagiii
Main ke Pulau Tikus
Main ke Pulau Tikus

Malamnya acara kami barbeque-an sambil bernyanyi bersama diringi gitar. Sesekali diisi obrolan teman-teman tentang kisah hidup mereka.

Bagi satenya dong Kakak
Bagi satenya dong Kakak

Paginya beberapa teman hunting sunrise di dermaga, tapi saya tidak ikut karena mager.hehehe.

Teman-teman yang ikut hunting sunrise di Dermaga
Teman-teman yang ikut hunting sunrise di Dermaga

Setelah sarapan kami mengunjungi Pantai Perawan,pantainya terletak di teluk kecil sehingga perairannya tenang. Pasirnya putih dan cukup bersih, sayangnya pengunjungnya ramai sehingga saya kurang menikmatinya.

di Pantai Perawan
di Pantai Perawan
Laut pantai perawan yang dangkal dan tenang, banyak pohon bakau juga di sekeitarnya.
Laut pantai perawan yang dangkal dan tenang, banyak pohon bakau juga di sekeitarnya.

Untuk video perjalanan kami silahkan main kesini: https://www.youtube.com/results?search_query=antv+sport+pulau+pari

Oh iya pengunjung Pulau Pari sebagian besar menggunakan sepeda sebagai alat transportasi mengeksplore pulau, tak heran jika banyak sepeda berseliweran disana. Kalau kalian mau kesini silahkan kontak Bang Hasan 0877 7417 5626, dia menyediakan paket tour P.Pari.

Sekian cerita saya tentang liburan singkat 2 hari 1 malam di kepulauan seribu. Semoga bisa jadi tempat pelarian kalian juga dari penatnya Kota Jakarta. Untuknya Itinarynya silahkan dicari sendiri karena banyak travel yang menyediakannya. Selamat Berlibur……..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *