Berburu Festival Imlek di Semarang dan Solo

Sekitar 1 Milyar etnis tionghoa menyebar di seluruh dunia, menyebarkan tradisi kebudayaan mereka. tak heran tiap tahunnya kota-kota besar di dunia ikut merayakan tahun baru Cina atau yang familiar disebut Imlek. Di Indonesia sendiri, kebudayaan Cina sudah bisa diterima dan berakulturasi dengan kebudayaan lokal setempat, sehingga pemerintah maupun masyarakat pribumi pun ikut memeriahkan tahun baru Cina ini lewat acara-acara festival Imlek maupun Cap Go Meh.

Di tahun 2016, beberapa kota di Indonesia menyelenggarakan festival Imlek dan juga perayaan Cap Go Meh, diantaranya kota Singkawang, Semarang, Solo, Bogor dan beberapa kota besar lainnya. Di tahun ini pun saya menyempatkan diri untuk menyaksikan festival Imlek di Kota Semarang dan Solo bersama tripmate saya Riri. Kebetulan saya adalah penggemar film-film kungfu Cina sedangkan Riri pemburu festival pariwisata, cocoklah kami jadi teman seperjalanan kali ini. Yaaahh walaupun belum sanggup ke Cina setidaknya saya belajar mengenal kebudayaannya dulu.

Oh iya kenapa pilih Imlekan di Semarang & Solo Tin ? Pertama, karena nggak punya duit buat ke Singkawang yang katanya festivalnya kece abissss, yang kedua di Semarang dan Solo kami ada tumpangan buat nginep gratis tis tis, (*maklum backpacker nggak mau modal), yang ketiga dari hasil riset kami Semarang dan Solo paling niat bikin promonya. *korban iklan

Mari Menuju Kota Semarang 

Karena kehabisan tiket KA Ekonomi, akhirnya kami berangkat dari Jakarta ke Semarang dengan menggunakan bis Jakarta-Tegal pukul 5 sore, lalu lanjut menggunakan kereta lokal (KA Kaligung) menuju Semarang pukul 5 paginya.

“Kenapa nggak langsung pakai bis saja ke Semarang sih Tin ?” Bagi seorang Train Traveler, kalau Backpackeran nggak naik kereta ekonomi itu nggak afdol, hikmahnya jadi bisa numpang tidur di Stasiun Tegal plus ada yang bahagia makan nasi Warteg 4 ribu saja langsung di tempat asalnya *colek Riri.

Setibanya di Semarang, kami meneruskan perjalanan dengan motor sewaan menuju rumah sepupu saya untuk menumpang bermalam kemudian dilanjutkan wisata ke Brown Canyon, Stasiun Ambarawa dan Klenteng Sam Poo Kong (tunggu tulisan selanjutnya ya). Malam harinya baru ke acara tujuan kami, festival Imlek di Pasar Semawis.

Sedepa Jadi Sehasta di Pasar Imlek Semawis 2016

Sudah tahukah kalian tentang Pasar Semawis ? Ini saya kutip sedikit dari Wikipedia yaa

“Pasar Semawis atau dikenal juga sebagai Waroeng Semawis, adalah pasar malam di daerah pecinan Kota Semarang. Pasar ini awalnya merupakan gagasan dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata). Pasar Semawis bermula dengan diadakannya Pasar Imlek Semawis pada tahun 2004, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia. Buka setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu malam di sepanjang jalan Gang Warung, Pecinan – Semarang, Pasar Semawis menyajikan beraneka ragam hidangan yang bisa Anda pilih bersama keluarga mulai dari pisang plenet khas Semarang, nasi ayam, es puter, kue serabi, aneka sate, bubur kacang hingga menu-menu steamboat yang menarik untuk dicicipi. Pusat jajanan terpanjang di Semarang ini buka mulai jam 6 sore hingga tengah malam.”-Sumber: Wikipedia

Wihhh ternyata benar deskripsi Wikipedia, isi pasar ini kuliner semua sepanjang jalan, di ujung jalan pasar dihiasi ornamen khas Imlek, ada juga beberapa pedagang yang menula pernak-pernik Imlek. Tak ketinggalan Koko-Koko dan Cici-Cici asli Semarang yang ikut meramaikan acara ini. Duh tapi berhubung kantong tipis nggak bisa kulineran aneh-aneh, jadi saya lihatkan foto-foto suasananya saja ya..cekidot !!

lampion festival imlek
lampion festival imlek
DSCN0517
Salah satu booth yang menjula hiasan khas Imlek
kelenteng pasar semawis
kelenteng Sinar Samudera di Pasar Semawis

Sedepa jadi sehasta jadi tagline di festival Pasar Imlek Semawis 2016 ini, yang artinya mendekatkan yang jauh. Benar terbukti sih, soalnya kami yang jauh dari Jakarta berhasil sampai sini, walaupun belum bisa mendekatkan “dia” yang jauh *eehhhh

Sayangnya kami tidak sempat melihat pertunjukan seni Barongsai, Liong, Wayang Potehi dkk, karena jujur minim info rundown acaranya. Semoga kedepannya bisa di pubblish urutan acaranya nya, sehingga wisatawan dari luar kota Semarang seperti kami bisa mengatur waktu kunjungan. Hari makin malam dan kaki pun udah gemetaran efek jalan-jalan seharian, sampai jumpa Semarang!! Gong Xi Fat Cai

Solo, Kotanya Festival 

Sebelum cerita tentang festival Imlek di Solo, saya mau kasih ucapan salut sama Pemkotnya karena punya aplikasi kece bernama Solo Destination, sesuai namanya aplikasi ini berisi daftar, info dan panduan destinasi wisata yang ada di Solo. Fitur yang keren adalah di bagian kalender wisata sudah terpampang agenda wisata di Solo selama tahun 2016, dari mulai festival imlek solo, Solo Great Sale , Solo batik Festival ada disini. Disaat festival wisata di kota lain masih belum jelas kapan bulan dan tanggalnya, kota Solo sudah punya jadwal dari tahun sebelumnya.

Maklumlah untuk wisatawan berkantong tipis kaya saya, untuk menyaksikan festival wisata terkenal harus persiapan dari jauh hari agar bisa mendapat tiket murah. Awalnya kami hanya berencana lihat festival di Semarang saja, karena di Solo kurang terkenal kawasan pecinan ataupun bangunan khas Cina seperti halnya di Semarang, namun itulah manfaat promosi pariwisata, karena dikemas dengan acara menarik seperti penerbangan lampion dan pesta kembang api, kami pun akhirnya memutuskan untuk Imlekan di Solo.

Menuju Kota Solo

Keesokan paginya dari Semarang kami berencana lanjutkan perjalanan ke Solo dengan KA lokal Kalijaga yang tiketnya Cuma Rp. 10.000. Lagi-lagi kami kehabisan tiket ketika mencoba beli hari H, karena saya pikir tiket KA lokal yang murah tidak bisa dibeli online beberapa hari sebelumnya. Terpaksa kami melanjutkan perjalanan dengan Bis menuju Solo.

Di Solo kami rencananya akan menumpang di kosan mba Aida, seorang kenalan Bloger asal Solo. Tapi ternyata kamar kosannya sedang tidak bisa dipakai, tanpa sepengetahuan kami dengan sangat baik hati mba Aida sudah membooking kamar hotel sebagai ganti tidak bisa menginap di kosannya. Semoga kebaikanmu dibalas Sang Maha Kuasa yaaa mba. Sehabis istirahat siang kamipun menjelajah Solo dengan motor pinjaman dari Mba Aida *lagi-lagi nggak modal. Mulai dari Taman Sriwedari, Keraton, Pasar Klewer dan objek wisata di pusat kota Solo lainnya.

Meriahnya Festival Imlek Solo

Malam harinya kami janjian dengan mba Aida dan temannya untuk pergi ke Solo Imlek Festival bersama. Baru memasuki jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan utama di kota Solo terlihat iringan kendaraan bermotor menuju Pasar Gedhe Solo yang menjadi pusat acara di malam itu. Dari tempat parkir motor Benteng Vastenburg kamipun jalan kaki menuju Pasar Gedhe sambil berpegang tangan karena takut terpisah di tengan lautan manusia dan pedangan kaki lima. Tampaknya hampir setengah warga Kota Solo tumpah ruah malam itu, kalau kata Riri padatnya seperti perayaan tahun baru di Bunderan HI Jakarta.

DSC_0083_1
Pasar Gedhe merupakan kawasan pecinan di Kota Solo, dan jam antik di depan gedung pasar menjadi ikon unik di perayaan Imlek ini
DSCN0535
Warga Solo dan Wisatawan dari luar kota tumpah ruah di kawasan Pasar Gedhe Solo
Untitled
Pertunjukan Liong, salah satu bagian acara di Solo Imlek Festival 2016

Agar bisa melihat lebih jelas mba Aida pun mengajak kami naik ke lantai 2, di salah satu bangunan pasar Gedhe yang tutup pada malam hari. Dari situ makin terlihat jelas keramaian Solo Imlek Festival, tampak hiasan lampion dan lampu warna-warni mewarnai perayaan malam itu. Tampak beberapa warga duduk di pinggiran jalan sambil menikmati hiburan band dan menunggu pesta kembang api tengah malam nanti.

DSC_0093
Kemeriahan Solo Imlek Festival dilihat dari lantai dua
DSC_0100
Klenteng di Pasar Gedhe yang masih aktif digunakan untuk ibadah

Pesta Kembang Api di Festival Imlek Solo

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, panitia menginfokan bahwa pesta kembang api dilaksanakan di depan Balai Kota Solo, pengunjung pun berbondong-bondong menuju balai kota. 10 menit sebelum pukul 00:00 WIB kembang api mulai dinyalakan, ribuan mata pun menikmati sajian pesta kembang api yang berasal dan bagian kebudayaan dari Cina.

Sekitar 20 menit pesta kembang dilakukan, bersamaan dengan pelepasan puluhan lampion. Pertunjukan di langit itupun sukses menjadi penutup dari kemeriahan Solo Imlek Festival 2016. Jangan lupa ya sisihkan waktu kalian untuk melihat festival ini tahun depan !!! Doakan saya juga biar bisa lihat festival Cap Go Meh di Singkawang ya 🙂

DCIM100MEDIA
Mari kenali negerimu, jelajahi negerimu dan cintai negerimu dengan traveling

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *