Pengalaman Buruk Dengan Jenius BTPN

Lewat postingan ini saya ingin mengadukan & meminta pertanggungjawaban pihak Jenius terkait kasus penipuan OTP yang saya alami. Singkat cerita saya sudah telepon call centre 2 kali untuk minta diamanakan/dinonaftifkan dan saya sudah melapor/datang langsung ke Service Point Kota Kasablanka namun akun Jenius saya yang masih bisa diretas hingga Flexi Cash berhasil dicairkan penipu melalui akun Jenius saya yang sudah diambil alih. Postingan ini bukan bertujuan untuk menjelekkan pihak manapun, namun sebagai media untuk memperjuangkan hak saya sebagai konsumen/nasabah untuk mendapat perlindungan dari Pihak Jenius maupun otoritas terkait. Dan semoga kejadian yang saya alami bisa jadi pelajaran bagi nasabah, pihak perbankan, penegak hukum dan otoritas terkait untuk serius menghadapi cyber crime di negara ini yang terus terjadi dan makin canggih.

Sebelum cerita kronologi, saya punya saldo aktif per 28 Okt 2019 pukul 17:00 Rp. 5.176.420, Dream Saver total Rp. Rp. 1.356.686 dan tidak punya Flexi Cash, M-Card lain yang aktif. Bukti call log history, screenshot email dan rekening koran saya lampirkan sebagai bukti.

Kronologi :

Pukul 10:59 WIB : Saya ditelpon pihak co create Jenius untuk mengonfirmasi kehadiran saya di workshop tgl 29/10 dan saya mengiyakan hadir karena sudah daftar.

Pukul 16:53 WIB : Saya mendapat telepon dari Alex Dharmayudha, ia menyebutkan nama lengkap saya dengan betul dan mengaku sebagai staff Jenius, ia mengatakan ingin survey terkait jaringan koneksi di aplikasi Jenius karena ada beberapa keluhan koneksi dari pelanggan. Saya saat itu berpikir positif mungkin karena saya sudah mendaftar workshop gratis jadi mereka gunakan data saya untuk di survey. Kondisi saya saat itu sedang hectic pekerjaan dan sedang komunikasi dengan WA web di depan laptop, sehingga tidak fokus dengan yang dikatakan. Ia menanyakan kode CVV dikartu, saya infokan karena anggap dia dari bank jadi sudah tahu no.kartu saya. Bahasanya saat itu sangat terstruktur seperti marketing bank jadi saya belum curiga. Kemudian ia mengatakan ia kirim SMS dari Jenius, “apakah masuk ?” Saya bilang iya, lalu dia menanyakan kode OTP, untuk di cek/verifikasi dengan koneksi system. Saya yang saat itu masih hectic tanpa sadar/terjebak menyebutkan kode OTP dengan maksud agar survey cepat selesai. Namun detik itu juga saya langsung membaca/menyadari OTP tidak boleh diinfo kesiapapun bahkan staff Jenius. Perasaan saya langsung tidak enak dan curiga, saya langsung tanya balik apakah bapak benar dari Jenius? Ia masih bersikeras mengaku staff Jenius. Kecurigaan saya memuncak dan saya sadar ini penipuan, saya pun langsung menutup telepon.

Pukul 16:59 WIB : Saya langsung buka aplikasi Jenius di HP saya (login dengan fingerprint), saat itu saldo saya masih utuh Rp. 5.176.420 saya langsung mau pindahkah semua ke rekening saya yang lain untuk diamankan. Namun tidak berhasil karena si penipu terus menelpon (hingga layar app Jenius tertutup). Saya langsung reject telp tersebut, sampai 2 kali. Ketika saya coba login kembali ke App Jenius, App-nya sudah ter-log out. Saya coba masukan password namun tidak bisa, disitu saya sudah panik.

Pukul 17:09 WIB : Saya menelpon Call Center Jenius 1500365, mengadukan ada yg mengaku sebagai staff Jenius dan meminta OTP serta meminta akun saya segera di blokir/non aktifkan agar aman. CS kemudian verifikasi data saya, tanya ini-itu, dia tanya saldo/transaksi terakhir saya, dan saya jawab dengan benar karena saya punya catatan keuangan dan baru saya update di tgl 26/10. Saya dan masih ingat transaksi terakhir saya transfer uang sebesar 5jt ke Jenius saya tgl 25/10 dari bank Permata. Ia tanya juga apakah sudah bisa login kembali ? Saya bilang tidak bisa. Saya kemudian tanya apakah saldo saya aman ? Dia bilang sudah ada transaksi keluar di pukul 17:09 sebanyak 3jt dan 2jt. Disitu saya langsung shock dan panik meminta rekening/akun saya untuk diamankan/diblokir. Yang saya pertanyakan disini mengapa CS tsb tidak menyatakan dengan tegas bahwa akun saya telah diblokir/diamankan ? Saya pernah mengalami ATM tertinggal, Internet Banking terblokir di Bank lain, namun bisa langsung diblokir via call centre. Ia kemudian mengarahkan saya mencari ATM terdekat untuk blokir ATM saya. Saya iyakan, lalu saya tanya kembali kemana saya harus mengurus saldo saya yang dikuras orang? Ia mengarahkan saya ke Service Point Kokas mengingat kantor saya di Setiabudi. (durasi telp  18m 7s *lama banget ya). Telp ini disaksikan 2 rekan kerja saya yang baru kembali ke ruangan setelah keluar makan.

call log history hp 2810

Pukul 17:35 WIB : saya langsung merapikan tas kantor dan bergegas ke ATM Mandiri dekat kantor. Saya coba masukan kartu jenius dan input pin 3x yang salah namun tidak berhasil terblokir. Daripada lama saya langsung ke Kokas saja dengan Gojek pukul 17:46 WIB.

gojek setiabudi kokas

Pukul 18:09 WIB : Saya sampai Kokas dan mencari Service Point Jenius.

Pukul 18:15 WIB : Saya diterima pegawai SP Jenius Kokas (saya lupa Namanya), dan menceritakan kejadian yang saya alami. Ia ingin membantu merubah data saya di system namun tidak bisa karena system sedang down, silahkan kalua mau menunggu atau kembali besok. Whattt ????!!!. Saya harus apa mba ? saya nggak mungkin pasrah akun saya dimainin orang. Saya pun inisiatif menelpon call centre kembali.

Pukul 18:33 WIB : Saya telepon Call Center Jenius kedua kalinya (CS a/n M***), menceritakan kronologi kembali. Saya tanya kondisi Dream Saver (Rp. 1.356.686) saya karena saya tidak bisa akses akun saya. Ia bilang sudah dicairkan dan ada transaksi keluar. Whattttt !!!!!??? Jadi dari telp yang pertama belum bisa diblokir??!!. Disitu saya sudah emosi, minta dibantu agar saldo aktif dan dream saver saya bisa kembali dan pertanggungjawaban mereka karena sebagai nasabah saya merasa tidak dilindungi. Mereka berkelit itu kesalahan saya memberikan OTP kepada orang lain, saya membela diri dengan mengatakan setelah saya sadar telah memberikan OTP saya langsung hubungi Call Centre untuk diamankan, namun nyatanya dream saver saya masih dijebol. Saya bilang saja saya akan lapor polisi karena saya jadi korban penipuan. Mereka akhirnya menjanjikan investigasi dalam 3 hari akan kasih info lagi dan memberi saya kode pelaporan. (total durasi telp 31m, 49s).

durasi call log

Pukul 19:04 WIB : habis tutup telp saya baru sempat cek email yahoo saya (yg terdaftar untuk Jenius) didampingi mba pegawai SP Jenius Kokas. Tercatat ada 5 email notif pasca telp penipuan. Saya summary isinya :

Yahoo : 17.04 – Pengubahan nomor handphone yang terdaftar

Yahoo : 17.05 – Sambungan perangkat berhasil diputuskan

Yahoo : 17.36 – Penyambungan perangkat baru ke akun jenius

Yahoo : 18.24 – Sambungan perangkat berhasil diputuskan

Yahoo : 18.55 – Informasi data berhasil dirubah

email ganti nomor

Dari notifikasi yang dikirimkan melalui email tersebut, menunjukkan bahwa penipu berhasil mengambilalih akun, dan mengakibatkan segala verifikasi transaksi (nomor OTP) langsung ke nomor hp penipu tersebut. Sehingga saya sudah tidak punya kuasa lagi untuk menghentikan transaksi tersebut selain meminta bantuan pada pihak Jenius.

Saya berusaha tenang, saya ingat ATM saya tadi belum berhasil saya blokir (mengingat arahan pihak Jenius, untuk memblokir kartu ATM sendiri di mesin ATM), untuk memastikannya saya langsung ke ATM Jenius yang ada di ruangan itu. Saya masukan PIN saya dan ternyata masih bisa (Loh berarti system blokir ga bisa dari pihak Jenius langsung dong ya? Saya pikir seharusnya pihak jenius bisa blokir ATM dari sisi system mereka langsung. Kalo misal ATM saya hilang/saya tidak bawa ATM nya, gimana dong cara blokirnya? Cukup aneh mengingat berbagai fitur yang dijual Jenius yang sepertinya hi-tech banget tapi blokir ATM aja harus manual… ). Dengan pikiran kalut, saya cek saldo dan sepenglihatan saya sekilas saat itu di layar saldo saya tinggal 21 ribuan dan saya print struknya (tercatat di pukul 19:18). Dalam hati saya berpikir saldo saya tinggal tersisa recehnya. Lalu tanpa pikir Panjang saya blokir dengan input pin yang salah 3 kali dan ATM berhasil terblokir

Pukul 19:25 WIB : Masih di service point Kokas, saya coba kembali masuk ke App Jenius karena sekilas melihat pop up notifikasi pengaktifan akun di HP saya, namun saya tidak berhasil masuk dengan password lama saya. Saya bertanya ke Mba SP Kokas apakah harus reset password ?. Si mba agak bingung dan mengecek email notif di Yahoo saya. Ketika dicek, saya baru sadar itu bukan akun saya yang aktif kembali tapi email pemberitahuan bahwa Flexi Cash saya telah aktif dengan ajuan 24jt.

Yahoo : 19.14 – Pengajuan Flexi Cash diterima dengan limit credit Rp24.000.000,-

Yahoo : 19.15 – Flexi Cash siap digunakan

OMG!!!!!!!!!!!!!!

email flexi cash

Saya langsung cek lagi struk saldo terakhir saya yang tadi saya cetak di ATM. Astaghfirullah segitu kalutnya saya tadi, saya baru sadar bahwa yg tertera di struk print itu angka Rp21.012.821,-  saya tidak terpikir kalau ada sebanyak itu di saldo saya, mengingat saldo saya 5jtan sudah terkuras dan mengira itu 21rb itu sisa-sisa pengurasan si penipu. Saya juga tidak menyangka bahwa akan ada pengajuan Flexi Cash dari akun saya yang ditake over penipu. Saya panik kembali, si mba SP Jenius pun ikut panik, ia meminjam struk saya dan telp ke Pusat Jenius untuk ditangani. Disitu saya langsung meminta semua pegawai Jenius di Kokas jadi saksi bahwa Flexi Cash saya diaktifkan dan dicairkan si penipu ketika saya sudah sudah telpon call centre 2 kali dan posisi saya masih di service point Kokas.

Pukul 10:00 WIB: saya melapor ke Polsek Setiabudi, mereka bantu track lokasi si penipu dan diketahui ada di daerah Tulung Selapan, Sumatera Selatan. Mereka tidak bisa bantu laporan kasus cyber crime, jadi mereka mengarahkan saya lapor ke Polda besok sambal membawa rekening koran sebagai bukti. Atas saran mereka disitu saya menelpon call centre Jenius lagi untuk memastikan akun saya sudah aman.

Tgl 29 Okt 2019

Pukul 11:13 WIB : saya datang ke Jenius di Menara BTPN Mega Kuningan untuk cetak rekening koran dan follow up kasus saya. Awalnya Saya ingin ke kantor pusatnya yg di lt belasan (saya lupa) tapi tidak diberi akses karena belum bikin janji. Saya diarahkan ke pegawai SP Jenius di lobby Menara BTPN dan cetak rekening koran saya di CS BTPN Sinaiya. Singkat cerita saya ngotot minta bertemu manager/spv/PR yang berwenang, akhirnya saya bertemu Manager Location Ibu D*** , pihak jenius membela diri dengan alasan saya salah karena kasih OTP. Tapi saya membela diri dengan mengatakan mengapa Jenius tidak bisa mengamankan akun saya ketika saya sudah telp call centre 2kali dan posisi saya di Kokas (yang sistemnya sedang masalah). Setelah mempelajari bukti-bukti yang saya bawa, mereka akhirnya menjanjikan akan investigasi dan mengabari saya dalam 3 hari. Akun Jenius saya diaktifkan kembali dengan email dan no.HP baru. Disini saya masih punya Itikad baik mempercayai mereka untuk menunggu kabar dan tidak berkoar di media sosial.

Pukul 13:30 WIB : Saya ke Polda Metro, membuat laporan penipuan melalui media elektronik dan menjelaskan kronologi. Saya sudah memegang tanda bukti lapor dengan nomor LP/6944/X/2019PMJ/Dit.Reskrimsus dan status sedang menunggu untuk BAP.

Tgl 4 Nov 2019

Tepat seminggu kejadian dan masih belum mendapat info dari pihak Jenius. Saya sudah telp Call Centre, mereka masih belum bisa kasih kejelasan mengenai kasus flexi cash. Saya diminta menunggu untuk tidak tutup telp, sampai akhirnya telp terputus karena pulsa saya habis (durasi 17 menit).

Kesimpulan :

Dari kronologi tsb, yang saya pertanyakan :

  1. Mengapa pihak Jenius tidak bisa mengamankan/membekukan akun saya sejak pertama saya telp call centre, saya malah diarahkan blokir manual ke ATM terdekat dan ke service point ? Menurut saya, ini menunjukkan sistem penanganan resiko Jenius sama sekali tidak “Jenius”.
  2. Saya sudah sampai service point Kokas dan mereka bilang saat itu sistem mereka sedang masalah untuk ganti data nasabah. Apakah masalah sistem mereka terkait /jadi penyebab akun saya tidak bisa diamankan lewat call centre ?
  3. Penipuan dengan media elektronik sangat banyak bentuknya. Apakah nasabah yang mengalami penipuan seperti saya harus ke service point dulu baru bisa diamankan akunnya ? Bagaimana dengan nasabah yang sedang diluar kota/rumahnya jauh ?
  4. Mengapa flexi cash saya bisa diaktifkan ketika saya sudah laporan ke call centre 2 kali dan posisi masih ada service point di Kokas ?
  5. Setahu saya Bank yg diawasi OJK harus punya pemetaan, sistem pengendalian resiko dan penanganan resiko (termasuk utk kasus seperti saya). Apa kabar dengan Jenius ??

Maka dari itu saya meminta pihak Jenius :

  1. Mengusahakan uang saya di saldo aktif (Rp.5.176.420) bisa dikembalikan, walau saya tahu itu disebabkan karena saya tertipu memberi kode OTP. Setidaknya mereka berusaha semaksimal mungkin memblokir rekening penipu dan menjelaskan secara clear kepada saya dengan dasar pengaduan saya ke pihak polisi.
  2. Mengembalikan uang Dream Saver + sisa saldo aktif saya (total Rp. 1.520.000) karena berhasil dicairkan dan ditransfer ke rek Nobu Bank a/n Ilham Ahmad pada pukul 17:45. Logikanya ini bisa dicegah karena saya sudah telp call center 17:09.
  3. Menghapus Tagihan Flexi Cash sebesar 24.000.000 yang diajukan melalui akun Jenius saya yg diambil alih penipu dan berhasil dicairkan ke rekening :
  • Rek Nobu Bank a/n Ilham Ahmad 3jt jam 19:16
  • Rek Jenius a/n Raisa Nur Agustin 5jt jam 19:18
  • Rek BTPN a/n Dodi Nugroho 9jt jam 19:28
  • Rek Jenius a/n Raisa Nur Agustin 7jt jam 19:40

Kembali ke penjelasan saya di kronologi, seharusnya mereka bisa mencegah ini tidak sampai terjadi.

bukti rekening koran jenius

Saya kecewa dengan sistem kemanan, penanganan risiko dan pelayanan nasabah pihak Jenius. Sebagai nasabah yang menjadi korban penipuan saya merasa tidak dilindungi. Mereka Jenius memasarkan tapi tidak “Jenius” menanggulangi resiko & pengaduan nasabah. Setelah kasus ini selesai, pastinya saya akan menutup rekening Jenius saya dan tidak akan menggunakan lagi. Saya tahu, mungkin sebagian dari kalian berpikir ada faktor kesalahan saya memberi OTP. Tapi siapa sih yang mau jadi korban dan tertimpa musibah ?!. Saya pun sudah berusaha sekeras mungkin mengamankan akun saya setelah penipuan terjadi. Kalau kalian mengalami kejadian seperti saya, pasti juga akan melakukan hal yang sama. Penipuan media elektronik makin canggih, banyak penjualan data dimana-mana, siapa saja bisa jadi korban, termasuk kalian. Saya tidak melarang teman-teman menggunakan Jenius tapi saya mengingatkan kalian agar berpikir ulang untuk mempercayakan tabungan kalian di Jenius jika tidak ingin mengalami pengalaman buruk seperti saya.

Update per 15 Agustus 2020

Dalam beberapa bulan ke belakang saya banyak dapat DM di instagram mengenai kelanjutan kasus saya ini. Rata-rata mereka juga mengalami hal yang sama, penipuan yang mengaku orang Jenius. Salah satu korban bahkan ada yang terkuras Maxi Savernya hanya dalam 3 menit. Saya baru tahu istilah fraud dalam perbankannya adalah adalah Social Engineering (CMIIW). Tentunya saya turut prihatin kepada teman-teman yang mengalami musibah penipuan perbankan, baik dengan Jenius maupun bank lainnya. Jadi, berikut update kelanjutan kasus saya :

  • Setelah follow up terus melalui email, akhirnya saya di telepon oleh customer care Jenius (sekitar sebulan kemudian saya lupa tanggalnya) yang menyampaikan bahwa mereka meminta maaf karena adanya permasalahan sistem saat saya meminta blokir akun via telepon maupun via Service Point Kokas. Pihak Jenius tealah menghapus tagihan Flexi Cash yang diajukan, dicairkan dan dikuras oleh oknum. Jenius akan mengembalikan dana Dream Saver saya (sekitar 1,5 juta) yang dikuras juga oleh oknum. Jenius tidak bisa mengembalikan saldo aktif saya (sekitar 5juta) yang dikuras oknum karena terjadi atas kelalaian saya. Dengan kata lain Jenius bertanggung jawab atas transaksi oleh oknum yang kronologinya terjadi setelah saya telepon call center untuk minta blokir. Saya menerima dengan besar hati permintaan maaf dan konfirmasi pihak Jenius tersebut dan telah ikhlas atas kehilangan yang terjadi. Semoga Jenius bisa memperbaiki keamanan sistemnya. Saya dapat info by email juga tanggal 9 Des 2019, berikut screenshotnya:WhatsApp Image 2020-08-15 at 21.05.43
  • Di bulan Januri 2020 akun Jenius saya tidak bisa diakses dan ada notifikasi terblokir. Saat saya lapor ke Service Point Kokas, akun saya memang sedang di blokir untuk proses investigasi.
  • Saya email juga ke Jenius Help 4 Feb 2020 untuk follow up akun saya yang terblokir dan pengembalian saldo dream saver saya dan jawabannya masih diproses dan diminta menunggu telepon dari pihak Jenius.
  • Bulan April 2020, saya dapat surat panggilan dari polsek untuk buat berita acara kejadian. Tapi ya hanya sekedar buat laporan saja tidak ada tindakan dari polisi. Btw sepertinya oknum yang menipu saya termasuk dalam sindikat Tulung Selapan, yang beberapa kali masuk berita kriminal. Entahlah, saya pesimis dengan Cyber Crime Polri, karena kejadian terus berlanjut baik modus lama maupun modus baru. Teman-teman harus waspada selalu ya.
  • 13 Agustus 2020, saya email Jenius Help untuk follow up kembali dan masih dengan jawaban “masih dalam proses”.

Sekian update dari saya, jika Dream Saver sudah dikembalikan akan saya update kembali.

4 Comments

  1. Saya sendiri nasabah Jenius. Dan memang secanggih apapun teknologi berkembang, dan serapat apapun security. Akan masih ada orang-orang yang lebih culas yang nyari celah untuk merugikan orang lain. Saya sendiri beberapa kali kebobolan kartu kredit dengan nilai yang bikin panas dingin nggak bisa tidur. Jadi saya tahu rasanya kayak gimana.

    Semoga cepat kelar urusannya ya mbak, saya menunggu updatenya dengan kabar yang baik. Yang setrong ya mbak!

  2. Asli mba antin ini serem banget sih. Dari awal aku emg gk pernah mau bikin ini, karena pernah dpt pengalaman buruk juga dari sistem registrasi. Semoga case nya segera tuntas yah mba dan saldo mba antin segera kembali.

  3. Ya ampun serem banget. Dan dengan maraknya buzzer si Jenius ini, bisa jadi kasus ini hanya akan menguap :((

    Semoga ada jalan keluar ya mbak. Dan semoga pihak Jenius bisa kasih solusi terbaik. Aku pemakai jenius juga dan beneran langsung illfeel dengan kejadian ini. Lebih ke karena mestinya sejak laporan pertama udah bisa diblok itu akunnya.

  4. SAM

    Semoga cepat kelar urusan ny mba dan uang nya bisa kembali lagi..

    Memang pihak Jenius tidak se-Jenius yang di pikirkan, banyak kendala di aplikasi ny, system registrasi yang tidak jelas dll…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *