Camping di atas tebing Pantai Klayar Pacitan ini memberikan saya pengalaman baru tentang cara terbaik menikmati keindahan laut.

“Nus tanggal 30 Mei 2016 lagi ada di Jogja kan? Kita ke Pacitan yuk, touring pakai motor dari Jogja.” Kata saya pada Linus, sahabat traveling saya yang berasal dari Bandung.

Ajakan saya langsung di iyakan Linus, itulah asyiknya mengajak teman yang tukang jalan, tak butuh rencana dari jauh hari, dadakan pun jadi.

Kebetulan di tanggal itu saya sedang pulang kampung ke Kebumen Jawa Tengah menemani Ibu saya. Karena bingung tak punya teman jalan-jalan akhirnya muncul ide untuk mengajak Linus touring motor ke Pacitan, kota 1000 gua yang lagi hits dengan pantai-pantai cantiknya. Touring dengan motor rasanya jadi cara paling murah dan efisien bagi backpacker seperti kami, dibanding naik bis ke Pacitan yang suka ngetem, belum lagi sulitnya angkot ke objek wisata yang terpencil.

Berbekal riset di google maps, kami memilih ke Pacitan via jalur selatan, Jogja – Gunung Kidul – Pracimantoro – Pacitan dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih  3,5 jam. Ada alternatif lainnya yaitu melalui jalur Solo-Wonogiri-Pacitan, namun lebih memutar jika dari Jogja.

Jalur menuju Pacitan
Rute dari Jogja menuju Pacitan

“Hmmmm, lumayan juga ya nus  3,5 jam, kita gantian aja lah bawa motornya, tapi pakai motor bebek ya” bujuk saya.

“Tenang kamu mah bonceng aja, aku mah udah biasa touring, udah pake motor mega pro aja biar kuat nanjaknya” kata Linus dengan percaya diri.

“Wiiiihh kecelah kamu nus, nggak salah ngajakin kamu, aku mah masuk angin bawa motor  selama itu” hehehhe

Touring Motor, From Jogja to Pacitan

Hari H pun tiba, dari Kebumen saya menuju Jogja terlebih dahulu untuk bertemu Linus. Kami memulai perjalanan Pukul 13:00 WIB dengan berbekal peralatan camping. Ya, kami memutuskan untuk camping tapi belum tahu mau di pantai mana, karena kami semua buta lokasi, hanya tahu beberapa pantai yang terkenal seperti Pantai Klayar, Pantai Banyu Tibo dan Pantai Taman Pacitan. Sesampainya sajalah, jangan bereskpektasi terlalu tinggi, kita lihat kondisi lapangan saja, begitu kesepakatan kami bersama.

Memasuki jalur Gunung Kidul jalanan mulai naik turun dan berkelok-kelok dengan pemandangan bukit-bukit dan hutan di kanan-kiri. Ya, wilayah Gunung Kidul memang dikenal dengan 1000 bukit saking banyaknya perbukitan disini. Dijamin nggak akan bosan saat berkendara melewati jalur ini, walaupun di beberapa tempat lumayan serem karena kanan-kiri terdapat hutan lebat dan goa kecil di dinding bukit. Rawan juga kalau malam hari lewat jalur ini karena tidak ada penerangan.

jalan menuju pacitan
Ladang tanaman unik (kurang tahu namanya) yang kami lewati di daerah Gunung Kidul

Selepas wilayah Gunung Kidul kami memasuki wilayah Pracimantoro yang nggak kalah sepi. Duh baru kali ini saya melewati daerah di pulau Jawa yang rasanya jauh sekali dari perkotaan. Kami sempat beberapa kali ragu salah jalan karena GPS HP tidak mendapat sinyal dan sedikitnya papan penunjuk jalan. Untungnya teknik kedua GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) berjalan lancar, penduduknya dengan ramah membantu menunjukkan jalan.

Tiap kami berhenti Linus selalu bertanya “Pak/Mas kalau ke Pacitan kira-kira berapa lama lagi ?”

Sabar ya Nus, beberapa kali kami sempat merasa takut nyasar, di google maps memang kelihatannya dekat tapi sampai 3 jam perjalanan kami belum memasuki wilayah Pacitan. Baru setelah 4 jam perjalanan atau sekitar pukul 17:00 WIB kami mulai memasuki wilayah Pacitan. Awalnya kami mau mengunjungi Pantai Taman Pacitan yang terdapat flying fox terpanjang di Indonesia, tapi ternyata sudah kesorean dan letaknya ada di Pacitan Barat (kami masih di Pacitan Barat). Akhirnya kami memutuskan camping di Pantai Klayar yang notabene ada di Pacitan Barat.

Dimana sih Pantai Klayar itu ?

peta wisata Pacitan
Lokasi Pantai Klayar di Peta Wisata Kabupaten Pacitan

Oh iya sebelum cerita lebih jauh, Pantai ini terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur,  pantai ini berjarak sekitar 40 Km kearah barat dari pusat kota Pacitan atau sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Berada di pantai selatan Jawa Timur, pantai ini terletak di cekungan teluk sehingga disekeliling pantainya yang berpasir putih terdapat bukit-bukit yang bisa didaki oleh wisatawan untuk melihat keindahan Pantai Klayar dari atas. Di pantai ini kamu akan disambut deburan ombak deras menghempas batu karang yang menjulang seperti bentuk layar. Karang-karang yang unik ini terbentuk akibat abrasi ombak besar yang menghempas karang secara terus menerus sehingga karang ikut tergerus dan menciptakan keeksotisannya tersendiri.

karang pantai klayar
Karang Eksotis di Pantai Klayar
pantai klayar
Saya dan Linus

Saat menuju Pantai Klayar kami melewati Goa Gong sayangnya tak bisa mampir karena harus segera mendirikan tenda sebelum gelap. Setelah tengok sana-sini dan tanya sana sini akhirnya kami memutuskan camping di atas tebing sebelah barat karena kelihatannya kami bisa mendapat view yang keren dari sana. Lokasinya lumayan jauh dari warung dan rumah penduduk, kami harus melewati padang ialalang terlebih dahulu untuk menuju kesana. Menurut penjaga warung sering ada yang camping di tempat ini jadi kami merasa cukup aman mendirikan tenda di sini, walaupun hari ini hanya ada tenda kami saja.

tebing barat pantai klayar
Tebing Barat tempat kami akan mendirikan tenda
padang ialalang pantai klayar
Padang Ialalangnya berwarna merah, cantik banget !

Sensasi Camping di Atas Tebing Pantai Klayar, Debur Ombak vs Gemuruh Petir

Malam pun tiba, selesai mendirikan tenda (yang khusus buat saya alias Linus tidur diluar tenda) kami berdua mengisi waktu dengan memasak makanan dan ngobrol ngalor-ngidul kalau kata orang Jawa. Ini kali ketiga saya camping di pantai dan menurut saya ini tempat terkeren karena sejauh mata memandang saya bisa melihat samudera lepas dari atas tebing. Di atas kami langit bertabur bintang, sayangnya cuaca sedang tidak baik, suara gemuruh petir sesekali terdengar di belahan langit seblah utara ditambah deburan ombak yang kencang menerjang tebing.

camping di pantai klayar
Pemandangan dari dalam tenda, langsung menghadap samudera

Sejujurnya di dalam hati kecil saya ada sedikit rasa takut dengan kondisi malam itu, tapi saya malu untuk mengutarakannya ke Linus. Yah bagaimana tidak takut, kalau tiba-tiba hujan badai, tenda kecil ini tak akan sanggup melawan badai, kecuali sama kamu menghadapinya. Yang kedua saya takut ada ular karena kami mendirikan tenda di padang rumput dan bersebelahan dengan semak-semak. Walaupun tidur dibayangi rasa cemas, alhamdulillah semua aman-aman saja sampai keesokan harinya.

view pantai klayar
View keren dari atas tebing pantai Klayar

Oh iya salut dengan Linus, dia setuju untuk mengalah tidur diluar tenda dengan sleeping bag karena saya minta untuk tidak tidur setenda, secara kami bukan muhrim. Paginya dia cerita sulit tidur semalam karena anginnya jadi dingin, terus baru terpikir kenapa tidak memasukkan setengah badannya ke tenda dengan posisi kepala tetap diluar agar terlindung dari angin. Duh maaf ya Nus, saya pun nggak kepikiran teknik itu, hehehehe sabar ya paling-paling sampai Jogja langsung masuk angin.

Seruling Samudra, Keunikan Alam Pantai Klayar

Esok harinya setelah sarapan di tenda kami bergegas packing menuju tebing timur Pantai Klayar untuk menyaksikan Seruling Samudra. Yap, selain keindahan karangnya yang megah, pantai Klayar ini juga memilki keunikan lain yaitu Seruling Samudra yang merupakan celah di batu karang yang dapat menyemburkan air hingga 10 meter. Saat ombak datang menghempas dengan keras, sebagian airnya masuk ke bawah batu dan menyembur ke atas seolah-olah seperti sebuah air mancur raksasa. Kemunculan air mancur ini juga disertai dengan suara mirip siulan sehingga disebut sebagai Seruling Samudera. Datanglah pada siang menjelang sore hari karena debur ombaknya akan lebih deras dibanding pagi hari sehingga semburan airnya akan  makin tinggi.

serling samudera pantai klayar
Ini dia penampakan si Seruling Samudera yang terkenal itu
landscape pantai klayar
Pemandangan pantai Klayar dari tebing sebelah timur.

Nah ini video perjalanan saya dan Linus kemarin.

 

Mampir Sejenak ke Pantai Banyu Tibo

Tak terasa sudah pukul 10:00 WIB, kami memutuskan untuk menjelajah pantai lainnya yaitu Pantai Banyu Tibo yang jaraknya hanya sekitar 10 Km dari Pantai Klayar. Kami dikenakan biaya retribusi Rp. 5.000 WIB oleh pengelola setempat. Saat itu pantainya sepi sekali karena memang kami berkunjung pada hari senin, tidak sampai 10 pengunjung. Akhirnya saya bisa melihat langsung si Banyu Tibo alias air terjun kecil yang airnya berasal dari sungai kecil di atasnya.

Sayangnya kami tidak bisa turun karena ombak saat itu sedang besar dan resiko terseret ombak sangat besar. Hmmm, saya sedikit kecewa sama pengelolaan pantai ini karena warung-warung makanan yang didirikan sangat mengganggu keindahan. Lebih baik lagi jika warung-warung tersebut bisa didirikan di area tersendiri, semoga bisa jadi perhatian Dinas Pariwisata setempat.

pantai banyu tibo sekarang
Pantai Banyu Tibo, Kenyataan vs Imajinasi
pantai banyu tibo
Tuh kan warungnya genggeuus

Karena tidak bisa turun, kami pun hanya bersantai sambil minum kopi menikmati pemnadangan lautan lepas. Linus mencoba pasang hammock di tiang bambu warung, tapi pas di duduki, tiang bambu langsung berderit keras. “makanya kamu jangan gendut-gendut nus. hahahha.”

Sudah pukul 12:00 WIB kami memutuskan untuk pulang ke Jogja karena saya harus kembali ke Kebumen sore nanti. Kurang puas sih sebenarnya menjelajahi Pacitan ini, semoga ada waktu dan rezeki untuk kembali lagi. Nah, sampai disini dulu ya cerita perjalanan saya kali ini, kalau masih kurang info silahkan baca lanjut di bawah. Terima kasih tak terhingga untuk Linus, atas semua bantuannya mewujudkan cerita ini.

 

tebing pantai klayar
Mari Jelajahi Negerimu, Kenali Negerimu dan Cintai Negerimu dengan Traveling (credit title to @linusarya12)

Tips Berwisata ke Pantai Klayar

Pantai Klayar terkenal dengan ombaknya yang besar sehingga wisatawan dilarang berenang di pantai ini, maka dari itu berhatilah jika bermain air disekitar bibir pantai. Gunakanlah alas kaki bersol tebal karena jalanan menuju bukit dan dipinggiran karang terdapat bebatuan yang lumayan tajam.

Waktu terbaik ke pantai ini adalah ketika sore hari dan pagi hari. Jika kamu ingin menikmati sunset bersiaplah sekitar pukul 16.00 s/d 17.30 WIB dan untuk menikmati sunrise sekitar pukul 05.00 s/d 06.30 WIB. Selain itu disarankan ke pantai ini pada saat musim kemarau, karena jika musim hujan jalanan menuju pantai yang naik turun dan berliku akan menjadi lebih sulit.

Akomodasi di Pantai Klayar

Pantai Klayar buka setiap hari dengan harga tiket masuk sebesar Rp 7.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak, sedangkan untuk akhir pekan Sabtu-Minggu sebesar Rp. 10.000 untuk dewasa dan tetap Rp. 5.000 untuk anak-anak. Seiring dengan makin banyaknya wisatawan yang datng mengunjungi Pantai Klayar, fasilitas wisata disini sudah lengkap dan dikelola dengan baik, seperti toilet umum, mushola, lahan parkir, gardu pandang, pusat informasi dan menara pengawasan. Jika kamu ingin menginap sudah banyak homestay di sekitar pantai yang dikelola penduduk dengan tarif mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 300.000 per malam tergantung fasilitasnya.

Transportasi Menuju Pantai Klayar

Untuk menuju Pantai Klayar dari Jakarta atau kota besar lainnya, terlebih dahulu kamu harus menuju kota Pacitan dengan menggunakan bus AKAP jurusan Pacitan. Dari Jakarta terdapat PO. Aneka Jaya dan PO. Agra Mas yang memilki trayek langsung ke Pacitan dengan tarif Rp. 180.000,-  s/d Rp. 250.000,-. Alternatif lainnya kamu bisa naik kereta api atau pesawat terbang menuju kota Solo terlebih dahulu, lalu dari terminal bus Kota Solo dilanjutkan naik bus Aneka Jaya menuju Pacitan yang bertarif Rp. 25.000 dengan waktu tempuh sekitar 3 s/d 4 jam perjalanan. Selain dari kota Solo kamu juga bisa melalui kota Yogyakarta dimana terdapat travel menuju Pacitan yang bertarif Rp. 70.000,- s/d Rp. 90.000,- dengan waktu tempuh sekitar 4 s/d 5 jam perjalanan.

Dari kota Pacitan kamu bisa menyewa mobil/motor untuk menuju pantai Klayar karena belum ada transportasi umum menuju Pantai Klayar. Dengan menyewa kendaraan kamu juga bisa mengunjungi objek wisata lainnya di Pacitan tanpa kesulitan. Beberapa travel juga menyediakan paket tour ke beberapa objek wisata di Pacitan untuk memudahkan wisatawan yang datang secara rombongan.

 

10 thoughts on “Camping Seru di Atas Tebing Pantai Klayar Pacitan”

    1. Iya itu yg deket batu klayar juga udah banyak warungnya bang cumi, begitulah kalo udah terlanjur ramai pengunjung, harus cepat gerak kalo ada tempat baru yg kece…

    1. Halo mba Endah salam kenal, makasih udah mampir..

      Iya mba bagus, mungkin bisa jadi alternatif tujuan kalo udah bosan dengan wisata jogja dan sekitarnya. Jadi explore tempat baru2 juga kan 🙂

  1. warungnya buka di sembarang tempat gitu kak ?

    kalo pacitan pantainya memang luar biasaa… kece habis tapi sayang kurang bersahabat airnya…

    ooia kak untuk tombol sharenya agak menggangu ketika lagi baca mungkin bisa di posisikan ke tempat yang lebih baik agar tidak menggangu saat membaca blognya #sekedarsaran

    Happy Blogging

    1. Hai Mas Dandy salam kenal, makasih udah mampir.

      Bukan sembarang tempat sih, itu hak mereka untuk diriin disitu, cuma jadi gak enak dipandang padahal lebih baik kalo disediain area sendiri agak mundur ke belakang.

      Maksudnya airnya gak bersahabat krn ombaknya kencang?

      Wah terima kasih banyak sarannya, saya gak sadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *