Soko Gunung, salah satu objek wisata baru yang sedang hits di Wonogiri ini menawarkan kamu indahnya pemandangan Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian.

Belakangan ini saya sedang jatuh cinta sama pemandangan Danau/Waduk dan sejenisnya, karena dibuat terpesona kala berkunjung ke Danau Ranau, Sumatera Selatan (baca cerita saya disini). Menurut saya Danau itu memberikan pemandangan komplit gabungan pegunungan dan perairan. Apalagi kalau bisa dinikmati dari atas bukit, ditambah bisa meihat sunset, sunrise dan citylight. Duh, itu dijamin itu jadi tempat liburan yang sempurna.

Singgah di Kota “Bakso” Wonogiri

Kebetulan di bulan akhir Juli lalu saya ada acara di Solo, hingga muncul ide untuk main ke Wonogiri melihat waduk Gajah Mungkur dari ketinggian. Awalnya saya tidak tahu ada wisata bernama Soko Gunung yang bisa melihat Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian. Karena setelah riset, saya hanya menemukan nama Bukit Joglo yang jadi spot untuk melihat Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian. Dan ternyata di salah satu tulisan yang saya baca tentang Bukit Joglo ada tulisan Aida, kenalan blogger dari Solo. Langsung saja saya menghubungi dia untuk menemani ke bukit Joglo yang ternyata letaknya tak jauh dengan Soko Gunung.

Aida teman saya ini asli Wonogiri, jadilah saya dan Titi (teman saya dari Jakarta) diajak mampir kerumahnya dulu. Saat itu kami disajikan makan siang berupa pecel khas Wonogiri oleh Ibunya Aida yang super ramah. Terima kasih ya Aida, sudah repot-repot menjamu kami.

Selain saya, Aida dan Titi  ada juga Nana (sepupu Aida) yang ikut menemani. Kami langsung tancap gas naik motor dari rumah Aida di Kota Wonogiri menuju tujuan awal, Bukit Joglo. Perjalanan kesana sangat mengasyikkan, melewati jalan berkelak-kelok naik turun dan di pinggir jalannya kami disuguhi pemandangan indah Waduk Gajah Mungkur. Selepas melewati jalan pinggiran waduk, ada jalan cabang menuju Bukit Joglo. Mulai dari situ jalanan menanjak curam. Butuh motor yang fit agar aman melewatinya.

Jalan ke Soko Gunung
Jalan menuju Bukit Joglo

Naik Gunung Dadakan !

Benar saja, motor sewaan saya tidak fit sehingga tak kuat menanjak di tanjakan akhir yang curam. Akhirnya kami parkir saja motor tersebut di Mushola, lalu meneruskan dengan jalan kaki. Sampai di percabangan jalan, kami melihat papan petunjuk yang membuat kami berubah haluan ke Soko Gunung. Kata Nana, Soko Gunung sedang hits di Wonogiri, Aida dan Nana pun yang asli Wonogiri belum pernah mengunjunginya. Akhirnya kami pun memutuskan ke Soko Gunung yang katanya lebih keren, letaknya juga tidak jauh dari Bukit Joglo.

Soko Gunung
Petunjuk Jalan Soko Gunung

Soko Gunung
Jalan Menuju Soko Gunung
Soko Gunung
Walau lelah tapi tetap gembira

Ternyata dugaan kami salah, jalan ke Soko Gunung masih jauh jika berjalan kaki. Kami sempat putar balik karena Titi tidak kuat menanjak. Saya maklum Titi tidak kuat, karena saya pun merasa seperti naik gunung dadakan, karena kami tidak siap menanjak. Namun akhirnya setelah istirahat dan kami semangati, Titi mau melanjutkan.

Soko Gunung
Perjuangan belum berakhir, dari pintu masuk Soko Gunung kami masih harus menanjak sekitar 15 menit lagi

Narsis di Menara Pandang Soko Gunung

Lelah kami terbayar saat sampai atas, kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Waduk Gajah Mungkur terbentang di hadapan kami di hiasi deretan perbukitan di sekelilingnya. Ternyata pengelola sudah menyiapkan semacam menara pandang sederhana dari bambu untuk foto-foto pengunjung. Karena menara tidak terlalu besar, pengunjung yang naik untuk berfoto dibatasi, maksimal 10 orang.

Menara Pandang Soko Gunung
Akhirnya! sampai di Menara Pandang Soko Gunung
Ketinggian Soko Gunung
Di puncak Soko Gunung 780 mdpl, Aida, saya, Titi, Nana
Puncak Soko Gunung
Terima kasih banyak Titi atas segala perjuangannya menemani saya kesini

Kebetulan saat itu sudah menjelang senja, jadilah di sebelah barat kami langit keemasan mulai nampak menambah indah pemandangan. Liat video suasana dari menara pandang Soko Gunung disini ya

Duh, kalau bisa camping disini pasti asyik banget, tapi sayang lahan datarnya terbatas. Dan ditambah angin disini sangat besar, bisa-bisa tenda kita terbang. Jadi, kalau kalian nanti berkunjung jangan lupa pakai jaket ya, agar tidak masuk angin.

Selesai foto-foto kami langsung kembali turun karena hari mulai gelap, kami takut kemalaman di jalan turun yang curam. Sayangnya karena waktu tidak cukup saya melewatkan kunjungan ke Bukit Joglo. Yah setidaknya nanti ada alasan untuk balik lagi ke Wonogiri. Malam itupun saya dan Titi langsung balik kembali ke Kota Solo, sedangkan Aida dan Nana kembali kerumah. Sekali lagi terima kasih ya Aida dan Nana yang sudah menemani saya mewujudkan keinginan melihat Waduk Gajah Mungkur dari ketinggian. Semoga pariwisata Wonogiri makin maju ya !

Bagaimana cara Menuju Soko Gunung ?

Untuk menuju kesana kalian bisa naik bus tujuan Wonogiri dari kota terdekat Solo atau kota lainnya lalu sambung ojek menuju Soko Gunung karena belum ada transportasi umum menuju Soko Gunung. Jika bawa kendaraan pribadi, dari kota Solo ikuti jalan menuju Wonogiri – Waduk Gajah Mungkur, lalu belok kanan di jalan yang ada Gapura Menara Filter. Saran saya yang paling efisien adalah sewa motor dari kota Solo (Rp. 70.000/sehari) untuk menghemat ongkos ojek, sekaligus kalian bisa muter-muter kota Wonogiri. Ngomong-ngomong di pinggiran waduk banyak terdapat rumah makan yang view-nya langsung menghadap waduk. Pas sekali untuk dijadikan tempat bersantai bersama teman atau keluarga.

traveling Soko Gunung
Mari Jelajahi Negerimu, Kenali Negerimu dan Cintai Negerimu dengan traveling

5 thoughts on “Soko Gunung, Asyiknya Menikmati Waduk Gajah Mungkur Dari Ketinggian”

  1. O..O.. arep aku coba nyang SOKO GUNUNG, mungkin iki daerah manyaran dadi sebelah kulon waduk GM, mingkin lebaran taun ngarep arep tak tekani. matursuwun atas infone. salam
    aku asli wong WONRI

    1. Monggo mas Tharman, matur nuwun nggih wis mampir. Oh daerah Manyaran ya nama daerahnya, aku masih nggak paham karena baru pertama kali ke Wonogiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *