Nepal’s Journey Day 7 : Menikmati Kedamaian di World Peace Pagoda

Pagi yang mendung menyambut kami di Pokhara dan Sang Annapurna tampaknya segan menyapa kami pagi ini. Agenda kami hari ini adalah mengunjungi World Peace Pagoda yang berada di atas salah satu bukit di Pokhara tepatnya di Min hilltop, Anadu. Setelah riset dan tanya sana-sini, waktu terbaik mengunjungi adalah di pagi hari karena kita bisa melihat view pegunungan Annapurna. Sedangkan cara yang terbaik menuju kesana adalah dengan menyewa perahu sambil menikmati keindahan Phewa Lake. Alternatif lainnya bisa menggunakan taksi atau naik bus lokal yang dilanjutkan berjalan kaki. Alasan yang pertama nampaknya harus dicoret karena mendung masih menyelimuti, tapi syukurnya tidak sampai turun hujan.

Pukul 7 pagi kami sudah siap berangkat dengan pakaian siap trekking dan tas daypack untuk membawa perbekalan secukupnya. 15 menit kami berjalan dari penginapan menuju tempat penyewaaan perahu di pintu masuk wisata Phewa Lake. Seperti dugaan kalian, tentunya kami memilih perahu yang paling murah. Kami naik perahu sampan yang muat maksimal 3-4 penumpang seharga Rs 800 (acrross the lake, World Peace Pagoda two way. Walaupun murah, tapi tenang saja semua penumpang diwajibkan pakai live vest, kita bisa menyewanya dengan harga Rs 20/orang), itu mengapa saya yang tidak bisa berenang senang-senang saja naik perahu di danau yang cukup dalam ini.

Backpacker ke Nepal
Loket pembelian tiket resmi, dan para tukang perahu yang sedang menunggu penumpang
Backpacker ke Nepal
Sewa perahu sudah diatur tarifnya jadi tidak udah khawatir calo.

Semilir angin dan suara derak air yang terhempas perahu menemani selama perjalanan kami. View danau berair biru dikelilingi pegunungan rasanya mampu membuat siapa saja terhanyut dalam lamunan kebahagiaan di dalam hatinya masing-masing.

Backpacker ke Nepal
Perahu sampan menyebrangi Phewa Lake
Backpacker ke Nepal
Suasana mendung syahdu di Phewa Lake
Backpacker ke Nepal
Saya dan Bapak Tukang Perahu
World Peace Pagoda
Kuil di tengah Phewa Lake

Dalam 20 menit kami pun sampai di tempat pemberhentian untuk trekking menuju World Peace Pagoda. Kami pun bikin perjanjian dengan pemilik perahu untuk kembali tepat pukul 10:00. Sisa pegal-pegal dari trekking 4 hari ke Poon Hill masih terus menggerayangi tubuh, tapi yakinlah semua itu tak terasa kalau sudah terhipnotis pemandangan indah Phewa Lake.

Backpacker ke Nepal
Tempat pemberhentian untuk trekking ke World Peace Pagoda, si Bapak Tukang Perahu akan menunggu disini sampai kami kembali dari atas.

 

Trekking Menuju World Peace Pagoda

Jalur trekking menuju World Peace Pagoda minim petunjuk, selain itu banyak cabang menuju rumah-rumah warga yang terletak di kaki bukit. Kami sempat salah belok dan masuk ke pekarangan rumah warga. Untung si empunya baik hati dan membantu kami menunjukkan jalur yang benar.

Backpacker ke Nepal
Papan petunjuk jalur trekking menuju World Peace Pagoda/Stupa

Menurut petunjuk dalam 30 menit trekking kami akan sampai di atas bukit tempat pintu masuk World Peace Pagoda berada. Tapi dalam 30 menit ini kami baru sampai setengah perjalanan, terengah-engah sambil duduk mengatur nafas.

Riiiii, duduk dulu ahhhhh, gile gue engap gak nyampe-nyampe nanjak terus daritadi.

Hahahahaha oke-oke, minum dulu gih, ini 30 menit kakinya bule.

Yaudah kita foto-foto dulu lah kalo gitu, viewnya bagus !

Backpacker ke Nepal
Phewa Lake dilihat dari atas
Backpacker ke Nepal

Menikmati keindahan Phewa Lake dari atas

Backpacker ke Nepal
Mengabadikan Phewa Lake dari mata lensa.

30 Menit kemudian kami sampai juga di World Peace Pagoda, total butuh 1 jam trekking versi kami. Suasana masih sangat sepi, pengunjung yang ada masih bisa dihitung dengan jari. Kami pun duduk santai dulu di sebuah gazebo memandang bangunan Pagoda putih dengan puncak emasnya dari kejauhan.

Backpacker ke Nepal
Pintu masuk samping World Peace Pagoda

 

Backpacker ke Nepal
Gazebo dan taman di sekitar halaman World Peace Pagoda
Backpacker ke Nepal
World Peace Pagoda di kejauhan

Sejarah Dinagunnya World Peace Pagoda

Dari awal tulisan ini mungkin kalian bertanya kenapa dinamakan World Peace Pagoda ?

Ada dua jawaban yang bisa menjelaskan. Yang pertama memang secara resmi Pagoda ini dinamakan World Peace Pagoda oleh pendirinya Biksu Nichidatsu Fujii, founder dari Nipponzan Myohojii. Di Nepal, Pagoda ini juga dikenal dengan anama Shanti Stupa, Shanti merupakan bahasa sanskrit yang berarti damai/peace. Pagoda ini mulai dibangun pada tahun 1973 sebagai salah satunya misinya menyebarkan misi kedamaian di dunia. Secara singkat latar belakang ia menjalankan misi ini adalah karena ia pernah menjadi saksi dan mengelami sendiri peristiwa kehancuran Jepang akibat ledakan bom di Hiroshima dan Nagasaki pada  perang dunia kedua. Saat itulah ia tergerak untuk menyampaikan pesan kedamaian keseluruh dunia dengan membangun 100 World Peace Pagoda. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca di dua foto berikut ini.

Backpacker ke Nepal
Informasi mengenai World Peace Pagoda
Backpacker ke Nepal
Sejarah mengenai World Peace Pagoda

Dan kemudian jawaban yang kedua, kalian akan memang akan merasakan kedamaian yang teramat sangat, terlepas dari apapun keyakinan kalian. Mungkin penyebab terbesarnya adalah kalian terbawa suasana indahnya alam di atas puncak bukit ini. Bayangkan kalian menikmati taman bunga, view pegunungan salju (kalau cerah) dan Phewa Lake bersanding dengan kota Pokhara. Tak ada suara bising sama sekali, hanya ada suara alam dari semilir angin dan suara serangga yang menemani. Memang tempat yang sempurna untuk mendekatkan diri dengan penciptaNya.

Saya dan Riri pun sibuk masing-masing menikmati keindahan Pagoda ini dalam mata lensa masing-masing.

Backpacker ke Nepal
Masuk ke World Peace Pagoda tidak dikenakan biaya, jika berkenan silahkan berdonasi di kotak seperti ini.

Backpacker ke Nepal

Backpacker ke Nepal

Backpacker ke Nepal
Salah satu patung Buddha di World Peace Pagoda
Backpacker ke Nepal
Kota Pokhara dilihat dari atas World Peace Pagoda

Hari beranjak siang, tampak mulai banyak pengunjung yang datang. Saya melihat ada sekelompok turis Malaysia yang sedang mengabadikan momen dan beberapa penduduk lokal yang beribadah maupun sedang berwisata bersama keluarga. Karena kami tak bisa berlama-lama, kami pun segera mengabadikan foto berdua di tempat yang rasanya takkan kami lupakan seumur hidup.Peace Pagoda

Backpacker ke Nepal
Berakting foto dengan muka damai ala kami.

Sudah saatnya kami kembali trekking turun kebawah. Saya pun mengucapkan perpisahan dalam hati. Sampai jumpa kembali, semoga masih ada kesempatan kembali ke tempat indah ini sekali lagi.

Tak sampai 30 menit kami sudah sampai turun kembali kebawah, ke tempat awal pemberhentian perahu. Si tukang perahu pun tampak senang menyambut kami kembali, itu artinya tugas dia mengantar akan segera selesai dan ia bisa segera mencari penumpang selanjutnya. To be continue…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *