Nepal’s Journey Day 3: Mengurus Trekking Permit dan Sensasi Naik Taksi Gila ke Nayapul

Sudah pukul 9:00 harusnya kami sudah berangkat mengurus Trekking Permit tapi kami masih sibuk bertanya dengan Dai Raj tentang cara dan kondisi rute menuju Annapurna. Gara-gara melihat gagahnya gunung salju Annapurna, kami jadi tertantang untuk trekking hingga Annapura Base Camp (ABC) dengan harapan bisa bermain salju disana. Dengan kata lain kami mencoba mengganti rencana awal kami trekking ke Poon Hill menjadi trekking ke ABC.

“Dai Raj, How many days needed to trek to ABC ? Mungkinkah kalau ke ABC tidak pakai guide ?” Tanya kami bergantian

“Its about 7 until 10 days, paling cepat kalau nak dibantu Jeep bisa 7 hari. I think it is too risky, makin tinggi, makin tak jelas pula jalurnya ” Jawab Dai Raj dengan logat melayu.

“So, its not possible to trek to ABC in 5 days ?” Tanya saya.

“I think it’s not possible, terlalu sulit, tidak mungkin.” 

“Is there any snow in ABC in this time, Dai Raj ?” Riri masih berharap bisa ketemu salju.

“Yaaa sayang sekali, tak ada salju disana di ABC saat ini, the snow doesn’t appear in moonsoon season.”

Pupus sudah harapan kami ganti tujuan ke ABC, waktu kami tidak cukup untuk mencapai ABC. Kami hanya punya waktu 4-5 hari untuk trekking (dari total  9 hari di Nepal) sebelum pulang ke Jakarta. Dibutuhkan minimal 7 hari untuk menuju ABC, itupun dengan bantuan guide dan sewa Jeep. Kami pun urungkan niat ketika Dai Raj bilang di bulan september ini di ABC tidak ada salju. Yasudahlah, kami juga tidak berani ambil resiko memaksakan diri untuk sampai ABC tanpa persiapan matang, toh yang dilihat juga sama-sama Annapurna Range dan pastinya ke Poon Hill lebih irit karena tidak perlu pakai guide.

nepal_annapurna_map
Rute trekking resmi di Annapurna Region, titik putih bulat menunjukkan pos dan desa untuk singgah/menginap. Rute yang kami pilih (Poon Hill) yaitu dari Nayapul – Birethanti – Hille – Tikedhunga – Gorephani – Tadapani – Ghandruk – Kimchee – Birethanti – Nayapul

 

Kami check out jam 10:00 pagi dengan menitipkan setengah barang bawaan kami pada Dai Raj. Yap, pulang dari Poon Hill kami akan kembali menginap di hotel ini 1 malam lagi, sehingga tidak perlu pusing harus menitipkan barang dimana. Dai Raj menyarankan, untuk membawa baju dan bekal makanan secukupnya agar tidak berat. Tidak perlu khawatir kehabisan bekal makanan karena sepanjang rute ada yang menjual makan dan minum katanya.

Sayapun hanya membawa 2 layer base, 1 kaos, 1 jaket, 1 inner polar jacket, 1 legging, 1 celana pendek, dan 1 celana training, 3 pasang kaos kaki dan pakaian dalam secukupnya. Itu semua cukup untuk 4 hari, dengan catatan saya selalu mencuci kaos dan kaos kaki di tiap penginapan agar bisa dipakai esok harinya walau tidak bisa kering sepenuhnya karena cuaca dingin. Setidaknya nggak bau keringet, iya kan? :). Sisanya sih cuma bawa bekal biskuit, minuman sachet, indomie dan peralatan survival untuk jaga-jaga. (list lengkap nanti di update ya).

Pokhara Palace Hotel
Riri dan Antin siap bertualang !

Tourism Office letaknya tak jauh dari terminal tempat kami turun Bus pertama kali. Kami pilih berjalan kaki kurang lebih 2 KM dari hotel, karena ragu untuk naik bus lokal apakah lewat atau tidak. Dan ternyata lewat dong! yasudahlah hitung-hitung pemanasan, *sambil mengelap keringat yang bercucuran.

Poon Hill Trekking
Nepal Tourism Board untuk urus TIMS dan Trekking Permit
Poon Hill Trekking
Bangunannya sangat sederhana.

Cara Mengurus Trekking Permit dan TIMS

Tidak sulit untuk mengurus trekking permit dan tidak antri juga. Pertama siapkan foto portrait 3×4 dan 4×6, masing-masing 2 buah, warna background apa aja asal muka jelas, pulpen, Paspor Asli dan copy (buat jaga-jaga) dan uang bayar TIMS Rs 2000 & Trekking Permit Rs 2000).

Kedua, menuju ruangan untuk mengisi form dan membayar Trekking Permit dan TIMS. Oh iya sedikit tips, bagi yang tidak pakai guide sebaiknya kalian minta kontak pemilik hotel tempat kalinan menginap karena perlu diisi di TIMS maupun Trekking Permit. Untungnya kami sempat minta kartu nama Dai Raj, jadi nggak pusing lagi cari kontaknya. Dan HAPALKAN rute trekking kalian, jangan terlihat bingung, karena bisa terkesan kalian tidak cukup persiapan sehingga diminta menggunakan jasa guide.

Poon Hill Trekking Permit
Form untuk Registrasi TIMS
Poon Hill Trekking
Tempat mengisi form dan membayar permit
Poon Hill Trekking Permit & TIMS
TIMS sudah ditangan

Ketiga, kembali ke bagian lobby, ada meja resepsionis untuk verifikasi ulang Trekking Permit dan TIMS kami. Kami hanya ditanya apakah menggunakan guide atau jalan sendiri. Mereka pun tidak mempermasalahkan saat mengetahui kami tidak menggunakan guide.

TIMS dan Trekking Permit
Verifikasi TIMS dan Trekking Permit, disini kamu juga akan dikasih trekking map Annapurna dan trekking permit tentunya.
Poon Hill Trekking Permit & TIMS
Trekking Permit, TIMS dan Map sudah lengkap ditangan, jangan sampai hilang karena di cek lagi saat turun pulang.

Cara Menuju Nayapul

Dari hasil riset, untuk menuju Nayapul (base camp pertama Trekking Poon Hill) ada dua cara. Cara pertama, murah tapi lama adalah naik taksi menuju Bablunga Bus Stop sekitar Rs 300 lalu sambung bus lokal menuju Nayapul, bisnya bukan kaya Tourist Bus ya yang bagus ber AC tapi kaya bus lokal sebenarnya yang jadul dan suka penuh barang. Cara kedua, cepat tapi mahal adalah langsung naik taksi ke Nayapul, tarifnya sekitar Rs 2000. Awalnya kami niat ajak sharing cost dengan traveler lain, tapi hari itu hanya ada sedikit traveler jadi rencana kami tidak berhasil. Kami pun mencoba cara pertama.

Taksi Nayapul
Taksi di Pokhara, mobil sedan Suzuki tahun 90an

Di perjalanan, si supir taksi yang bernama Mr. Krishna terus menawari kami untuk sewa takinya sampai Nayapul. Awalnya kami cuekin hingga akhirnya dia negosiasi alot terjadi.

(Ingat, bacanya pakai logat india sambil goyang-goyang kepala ya !)

“If you pay my taxi until Nayapul, I will driving faster and I guarantee you can reach Nayapul in 1,5 hours.”

“But, we have limited budget Mr, we need to saving our money, we cannot pay for Rs 2000.”

“Ok, But if you still want take the local bus, Your trip will be longer and possibly arrive lately in Nayapul. The bus also full and not comfort and bla bla bla bla” .si Mr Krishna terus berusaha menggoyahkan kami.

(*dalam hati, ahhh si bapak emang bisa aja nakut-nakutin kami, biar kita sewa taksinya sampai Nayapul)

Akhirnya setelah berdiskusi, kamipun goyah ! oh tidakkkkkk~~~ tapi kami mencoba menawar kembali, kami pun deal dengan harga Rs 1500 sampai ke Nayapul dengan pertimbangan efisiensi waktu. Mengingat ini hari pertama trekking dimana kami masih buta lokasi dan kondisi treknya akan seperti apa, dan agar tidak kemalaman sampai di desa Tikedhunga.

Taxi Nayapul
Senyum sumringah Mr. Krishna yang berhasil merayu kami menyewa taksinya hingga Nayapul

Dan benar saja, Mr.Khrisna sang supir taksi pun langsung tancap gas dengan taksi tuanya yang non AC dan shock-breaker yang tak berfungsi lagi sepertinya. Lubang demi lubang dengan gesit ia hindari, truk dan bus dia salip tanpa ragu. Di dalam taksi pun rasanya seperti naik kapal pecah, suara rem berlomba dengan derit sparepart yang sudah dimakan usia, kami pun terpontang panting di dalamnya.

Taxi Nayapul
Jalanan bergelombang menuju Nayapul
Taxi Nayapul
di Nepal juga banyak sawah ternyata !
Taxi Nayapul
Ketika ada sungai kecil mengalir di jalan raya
Taxi Nayapul
Efisiensi waktu sekaligus tantangan, makan siang bekal di dalam taksi yang penuh goncangan.

Sumpah rasanya antara seru sama takut juga, bayangin aja mobil tua ngebut di jalanan Jonggol Puncak nyalip bus sama truk yang kanan kirinya ada jurang. Dia sih santai aja manuver di belokan curam sambil nyanyi lagu India dari radio mobil yang diputar keras-keras. Kamipun cuma bisa berdoa sambil mencoba relaks ikutan nyanyi lagu India terus jogeg-joged girang. Yahhh anggap saja latihan biar nanti kalau ke India nggak kaget lagi nemu supir taxi kaya gini.

By the way Mr. Khrisna, do you know Shahrukh Khan ? Is he famous in Nepal ?

Oh ya, of course ! He is very famous? You know him too ?

Yes, we know ! Let’s sing kuchh kuchh hota hai together Mr Krishna ! One Two Three …….

Tum paas aaye ~~yoon muskaraye~~~~
Tumne na jaane kya~ sapne dikhaye~~~~
Ab to mera dil~~~ jaage na sota hai~~~~~~
Kya karoon haye~~ kuchh kuchh hota hai~~~~~~~

Sumpah kami beneran nanya tentang Shahruk Khan karena banyak foto dia di baliho-baliho iklan pinggir jalan gitu, tapi kami nggak nyanyi bareng kuchh kuchh hota hai sih, intermezzo aja saya. Upppps kayanya ada yang udah nyanyi sambil baca nih barusan 😛

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *