Wilayah Garut dikenal sebagai surga untuk berburu foto kereta api karena memiliki topografi dan pemandangan indah untuk dijadikan objek fotografi. Menurut saya jalur kereta api lintas selatan mulai dari Bandung, Garut, Tasik hingga ke Banjar adalah salah satu jalur kereta api terindah di Pulau Jawa. Dan kali ini saya ingin bercerita tentang perjalanan saya berburu foto kereta api di wilayah Garut, tepatnya di tikungan besar Leles, Desa Kadungora, Garut, Jawa Barat.

tikungan besar leles
Tikungan Besar Leles

Cerita ini bermula saat suatu hari saya menaiki KA Kutojaya Selatan yang berangkat pagi hari dari Kroya menuju Bandung. Mulai dari wilayah Banjar jalur kereta mulai memasuki wilayah pegunungan. Di kanan kiri jalur kereta kita disuguhkan jejeran perbukitan yang menjulang dan hamparan sawah hijau yang membentang.

Masih lekat di ingatan saya betapa saya sangat menikmati perjalanan hari itu. Tak berhentinya saya menatap ke jendela hingga leher saya pegal. Lalu di suatu tempat, seingat saya setelah daerah Tasik menuju Garut, saya terkesima melihat pemandangan yang menakjubkan dari atas kereta. Hamparan sawah hijau membentang luas, berlatar belakang pegunungan dengan beberapa rumah penduduk yang tersebar di sekelilingnya. Pemandangan itu mengingatkan saya tentang pemandangan padang rumput di jalur kereta api di Swiss. Dalam benak saya berkata pasti saya akan mengunjungi daerah ini suatu hari nanti.

Mengaku sebagai railfans/pecinta kereta api, sebenarnya saya masih sangat amatir tentang seluk-beluk perkeretapian. Ingin sekali bergabung dengan komunitas kereta api berburu foto kereta bareng atau sekedar bertukar cerita, tapi sayang saya belum menemukan teman yang bisa mengajak saya dalam komunitas kereta api tersebut. Semoga dengan tulisan ini ada teman-teman sesama railfans yang mau mengajak saya gabung di komunitas pecinta kereta api.

Kembali ke cerita, suatu hari saya sedang browsing dan melihat postingan foto kereta Api di suatu daerah yang mengingatkan saya tentang tempat indah yang saya ceritakan di atas. Langsung saya riset sana-sini dan akhirnya tahu bahwa tempat yang dimaksud ada di daerah Kadungora, Garut, Jawa Barat.

kadungora garut
Pemandangan Daerah Kadungora Garut yang buat saya ingin kesana (sumber: riparhand.wordpress.com)

Hmmm, nggak salah sih kalau Garut dapat julukan Swiss van Java. Foto tersebut lalu saya share ke grup whatsapp “Ayok Jalan Lagi” (grup teman-teman traveling saya) dan mulailah saya mengompori mereka untuk menemani berburu foto kereta api di Kadungora.

Yahh, namanya juga hobi travelling, mereka bersedia menemani saya dalam perjalanan kali ini, mereka adalah Teh Tia (Railfans Bandung yang paling semangat diajak trip ini), Kak Impola (ikut trip semata karena hobi fotografi), lalu ada Riri dan Erlin yang anaknya memang super gampangan kalo diajak kemana aja. Tadinya ada Linus juga yang ingin ikut, tapi batal karena dia ada acara di Sukabumi. Dan dimulailah perjalanan ini dengan start point di Bandung, janjian dengan Teh Tia dan Kak Impola yang tinggal disana. Oh iya terima kasih Linus karena sudah jemput Saya, Riri dan Erlin tengah malam di pinggir tol. Hehehehe

railfans
Kiri ke Kanan : Riri, Teh Tia, Erlin, Kak Impola, Saya

Tuut Tuutt.. Mari Naik KA Lokal Cibatu

KA lokal Cibatu
KA lokal Cibatu

Dari Bandung kami akan menuju daerah Kadungora dengan KA Lokal Cibatu (Cibatu-Purwakarta PP) dengan jadwal keberangkatan pukul 15:55 WIB dan tiket seharga Rp. 8.000.  Rencananya kami turun di Stasiun Lebak Jero karena lokasi foto yang kami tuju berada di antara stasiun Lebak Jero dan Leles. Kami akan bermalam di stasiun Lebak Jero lalu esok paginya trekking santai menelusuri rel kereta api dari Stasiun Lebak Jero sampai Stasiun Leles.

stasiun-bandung-2
Menuju Stasiun Bandung

Setelah bertanya ke kondektur ternyata kereta tidak berhenti di Stasiun Lebak Jero karena okupansinya kecil sekali. Pak Kondektur menyarankan kami turun di Stasiun Nagreg atau Leles yang merupakan stasiun terdekat dari Lebakjero. Akhirnya kami putuskan turun di Stasiun Leles karena jaraknya tidak jauh dari lokasi foto.

Bagaimana Cara Menuju Tikungan Besar Leles

Jika ingin langsung menuju Leles dari Jakarta bisa langsung naik KA Serayu (Ps.Senen-Purwokerto) tiketnya Rp 67.000 atau naik Bis Primajasa tujuan Garut Rp. 52.000, keduanya turun di Stasiun Leles.

Stasiun Leles
Stasiun Leles

Kedatangan kami di stasiun Leles disambut hujan, langsung saja kami bertanya kepada Asisten Kepala Stasiun, Pak Wawan kalau saya tidak salah ingat mengenai cara menuju Tikungan Besar Kadungora dan penginapan terdekat.

“Pak punten, kami kan mau berburu foto kereta api, bapak tahu cara ke lokasi foto ini yang dekat stasiun Lebak Jero? Kata saya sambil menunjukkan foto di HP

“Wah ini mah jauh teh, mesti jalan jauh nggak ada angkot kesana harus ngojek palingan” kata petugas.

“Hmmm, kalau Tikungan Besar Leles pak yang kaya di foto naik apa kesananya ? sambil nunjukin foto di bawah

“Kalau ini nggak begitu jauh, sekitar 4 Km kalo ikutin rel, kalau mau nanti naik angkot aja sampai perlintasan liar terus jalan kaki ikutin rel sedikit lagi” Pak Wawan menjelaskan.

Setelah dapat penjelasan, kami pun sepakat untuk berburu besok pagi ke Tikungan Besar Leles tepatnya di daerah Kadungora, Garut. Kami memilih tempat tersebut dengan pertimbangan akses yang mudah dan tikungan besar rel akan membuat objek foto kereta jadi makin artistik.

Menumpang Tidur di Stasiun Leles

kereta-masuk-stasiun-leles
Kereta memasuki Stasiun Leles di malam hari

Permasalahan belum selesai, kami harus cari penginapan atau setidaknya dapat izin untuk tidur di Stasiun Leles dari petugas.

“Kalau di sekitar sini ada penginapan nggak soalnya kami sudah kesorean? Teh Tia menimpalkan

“Wah di deket sini mah nggak ada, soalnya kota kecil, palingan kalau mau di rumah dinas pegawai ada yang kosong dekat sini tapi nggak ada air”

“Kosongnya udah berapa lama pak ? si Riri ikut bertanya

“10 tahunan teh”

“Hehhehehe makasih deh pak, kami numpang izin tidur ruang tunggu penumpang aja kalau begitu”

“Yaudah boleh tapi jaga kebersihan ya teh sama jaga barang berharga soalnya pernah ada yang kehilangan kamera pas tidur, kalau saya sih sebenarnya mengizinkan kalau mau tidur di dalam ruang Kepala Stasiun tapi mesti izin dulu sama Kepala Stasiun, kebetulan dia tugasnya nanti malam”

“Ok pak nuhun ya tawarannya kami di ruang tunggu aja dulu, nggak enak ngerepotin”

Kemudian kami semua berdiskusi, akhirnya kami memutuskan tidur di ruang tunggu saja bermodalkan sleeping bag lalu akan mulai perburuan besok subuh. Malam itu kami isi dengan makan malam bersama dengan sesekali menyaksikan kereta api melintas Stasiun Leles. Kami pun sempat mengobrol lagi dengan Pak Wawan dan petugas lainnya yang sangat baik hati.

Bermalam di Stasiun Leles
Bermalam di Stasiun Leles

Menjelang malam Kepala Stasiun Leles datang bergantian tugas dengan Pak Wawan (duh saya lupa banget namanya). Dia mengizinkan kami tidur di ruang Kepala Stasiun mungkin karena khawatir melihat kami gadis-gadis muda belia tidur di ruang tunggu yang rawan. Sebenarnya saya sempat nggak enak menerima tawaran itu karena mungkin itu melanggar prosedur, tapi kami juga tahu diri dengan menjaga etika, kami hanya tidur di lantainya dan tidak berani duduk di kursi tamu ataupun menyentuh peralatan di dalam ruangan.

Makin malam hari stasiun ini malah makin ramai dengan warga sekitar yang nongkrong di halaman stasiun. Syukurlah kami aman tidur di dalam ruangan ini, karena usut punya usut banyak pemuda iseng yang nongkrong sampai larut malam. Inilah yang dibilang semesta mendukung, ada saja jalan ketika kita sudah punya tekad yang kuat. Terima kasih banyak kepada semua jajaran petugas KA stasiun Leles yang telah ramah dan membantu, semoga semuanya cepat naik pangkat.amiin

Jadwal Kereta Api Yang Melintasi Tikungan Besar Leles

Oh iya untuk perbutuan besok kami sudah menanyakan jadwal KA di Tikungan Besar Kadungora yang melintas kepada Pak Wawan. Jadi kami sudah tahu kapan harus bersiap-siap untuk hunting foto kereta yang melintas. Nah ini jadwal KA yang melintas di Tikungan Besar Kadungora, kali aja kalian minat hunting foto disana :

  1. 06:06 WIB – KA Lokal Cibatu (dari arah Leles ke Lebakjero)
  2. 06:15 WIB – KA Pasundan (dari arah Lebakjero ke Leles)
  3. 07:11 WIB – KA Malabar (dari arah Leles ke Lebakjero)
  4. 08:25 WIB – KA Lodaya (dari arah Lebakjero ke Leles)
  5. 08:27 WIB – KA Mutiara Selatan (dari arah Leles ke Lebakjero)
  6. 09:30 WIB – KA Argo Wilis (dari arah Lebakjero ke Leles)

*kami hanya berburu foto kereta api sampai pukul 10:00 WIB, untuk jadwal lebih lengkap silahkan riset kembali

Saatnya Berburu Foto Kereta Api Dimulai !

Pukul 05:00 WIB kami memulai perjalanan setelah sholat subuh dan berpamitan kepada para petugas. Seperti arahan Pak Wawan, kami naik angkot menuju perlintasan liar Kadungora sekitar 15 menit perjalanan dari stasiun Leles. Setelah turun di perlintasan, kami menerka-nerka kearah mana kami akan berjalan. Untungnya langit mulai beranjak terang, di kejauhan kami melihat Tikungan Besar Leles yang dimaksud. Kami berjalan lagi sekitar 500 m menelusuri rel tentunya sambil menikmati sunrise yang mulai terlihat di belakang kami.

Menanti sang fajar
Ikuti jalan dan raihlah mimpimu
sunrise di Kadungora
Sang Fajar mulai menyapa Desa Kadungora
petani kadungora
Para petani sekitar berjalan menelusuri rel untuk menuju ke sawah mereka
pecinta kereta api
bersiap berburu foto kereta api, terima kasih untuk teman saya @ilhammefian yang sudah meminjamkan kameranya.

Nah, selama menunggu KA melintas selanjutnya kami isi dengan duduk-duduk santai menikmati pemandangan pengunungan dan perswahan Garut yang menyejukkan mata. Selanjutnya saya ceritakan langsung di caption foto di bawah ya..

masinis kereta api
Sapa pagi Sang masinis KA Lokal Cibatu.
Saatnya beraksi, terima kasih untuk teman saya Ilham sang sudah meminjamkan kameranya
Saatnya beraksi !
KA Pasundan
The only way to be sure of catching a train is to miss the one before -Gilbert K. Chesterton
Lokomotif KA Pasundan
KA Pasundan (Bandung Kiaracondong – Surabaya Gubeng)
Fotografi kereta api
Menuju pagi, menyambut fajar (KA Pasundan)
tikungan besar leles
KA Malabar (Bandung – Malang)  meninggalkan tikungan besar Leles
tikungan besar leles
Lekukan indah sang ular besi di Tikungan Besar Leles (KA Argo Wilis, Bandung-Surabaya Gubeng )
tikungan besar leles
KA Lodaya (Bandung-Solo Balapan) melintasi tikungan besar leles

Saksikan juga video perjalanan berburu kereta api di Tikungan Besar Leles disini. Check this out !


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10:00 WIB, kami pun putuskan untuk menyudahi perburuan kali ini karena jadwal kereta yang melintas baru ada lagi di atas pukul 12:00 WIB. Setelah bersih-bersih di mesjid sekitar kami naik angkot kembali ke Jl. Raya Leles untuk naik bus Primajasa tujuan Jakarta. Ini benar-benar pengalaman yang saya mengasyikkan apalagi melihat teman-teman yang ikut antusias berburu foto. Kami semua pun berencana untuk melakukan perjalanan berburu foto kereta api kembali suatu hari nanti. Sekian cerita perjalanan kali ini, semoga berguna berguna bagi kalian yang ingin berburu foto kereta api disana.

delapan mata angin
Mari jelajahi negerimu, kenali negerimu dan cintai negerimu dengan traveling

4 thoughts on “Berburu Foto Kereta Api di Tikungan Besar Leles Garut”

    1. Makasih aida, aku masih kalah konsisten nih sama kamu, masih harus banyak belajar SEO juga.
      iya aida alhamdulillah ada rezeki. Ayo jadiin ke jkt aida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *