“Menurut saya Baluran ini destinasi terkeren kedua di Jawa Timur setelah Gunung Bromo yang bikin jatuh cinta pada pandangan pertama!”

“Tumben judulnya jalan cantik Tin?” Iya, soalnya trip kali ini edisi ikutan private trip, jadi tinggal duduk manis bikin alis terus foto-foto cantik deh. hehehe

Ceritanya di Oktober 2015 lalu, saya sudah beli tiket kereta untuk backpackeran ke Banyuwangi-Bali bareng Linus, tapi harus diurungkan karena Ibu sakit, Linus pun terpaksa jalan sendirian ke Bali, maaf ya Linus. Tanpa disangka, di akhir bulan Maret 2016 lalu, saya ditawari teman saya, Ajeng Tri, untuk menggantikan dirinya ikut trip ke Banyuwangi karena ia ada acara mendadak. Saya hanya diminta membayar 700rb (dari harga 1,4jt) untuk ikut private trip ini, karena dia pikir saya nggak akan mau kalau disuruh bayar full.*duh Ajeng tau aja eikss backpacker kere. Tanpa pikir panjang lagi saya iyakan saja, 700rb belum tentu nutup buat backpackeran ke Banyuwangi soalnya. Nggak apalah sekali-kali nyobain ngetrip yang tinggal duduk cantik.hihihi makasih banyak ya Ajeng, semoga makin banyak rezekinya ya.

Hari H pun tiba, untungnya cuti dadakan saya di approve, bertemulah saya dengan tripmate kali ini Mba Riri (kakaknya Ajeng), Sabil dan Mba Kiky (keduanya teman mba Riri). Misi berlanjut, saya harus menyamar jadi Ajeng karena tiket kereta masih atas nama dia. Berkat bawa KTP asli si Ajeng, misi penyamaran pun berjalan mulus.hohohoho. Setelah menempuh sekitar 11 jam perjalanan dengan KA Gumarang sampailah kami di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 04:00 pagi. Kami sudah ditunggu driver tim Banyuwangi Adventura (agen open trip) bernama Pak Danan untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi yang masih sekitar 6-7 jam perjalanan lagi. Di mobil pun saya tertidur pulas, efek badan super pegel sehabis semalaman di kereta ekonomi. Sekitar pukul 06:00 WIB kami sempat mampir sarapan di R.M Rawon Nguling Probolinggo yang terkenal itu, baru sekitar jam 11:00 WIB kami sampai di Taman Nasional Baluran, tujuan pertama kami.

Touch Down Savana Bekol
Akhirnya!!! Touch Down Baluran

Baluraaaannnnnn!!!!! akhirnya kesampaian juga setelah penantian panjang ingin melihat Little Africa van Java ini. Entah mengapa saya selalu suka melihat padang savana, seperti di Bromo, Gunung Merbabu, Tegal Panjang dll, mungkin karena bisa memandang luas hamparan rumput hijau/kuning yang berlatar pegunungan kali ya. Sekilas info, Taman Nasional Baluran ini terletak di Jl. Raya Situbondo-Banyuwangi Desa Wonorejo, Kec. Banyuputih Kab. Situbondo. Disini terdapat beberapa destinasi alam yang bisa kamu kunjungi. Mulai dari luasnya padang Savana Bekol, sampai lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan bawah laut di Bama. Yang bikin keren menurut saya sih, kita bisa melihat hewan liar langsung di habitat aslinya, seperti rusa, banteng, kerbau liar, burung merak hijau, kera ekor panjang dll. Untuk info lengkapnya bisa kunjungi website resmi Taman Nasional Baluran disini.

Pintu Masuk Baluran
Pintu Masuk Taman Nasional Baluran
Jalan menuju Savanna Bekol melewati Evergreen Baluran
Evergreen Forest yang akan kamu lewati saat menuju Savana Bekol

Sesampainya di pintu masuk TN.Baluran kami disambut Mas Dinar yang jadi guide kami hari ini. Setelah mengurus diurusin tiket masuknya, kami langsung meneruskan perjalanan menuju Savana Bekol sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil. Mata saya langsung terpesona pas melihat padang savana yang luas membentang dilatar-belakangi Gunung Baluran yang gagah menjulang. Di kejauhan tampak beberapa banteng yang sedang meneduh di bawah pohon besar dan di sisi lainnya tampak seekor rusa sedang berlarian. Panas terik tak menghalangi kami untuk berburu foto disini. Duh saya tidak pantai berdreskripsi, langsung cerita dari foto-fotonya saja ya. Cekidot!!

Pohon Raisa
Savana Bekol Baluran, pohonnya teduh ya apalagi kalau neduhnya sama kamu 😉
Rusa Baluran
Ada Rusa Lewat !
IMG-20160326-WA0008
My Tripmate (LtoR) : Mba Kiky, Sabil, Mba Riri, Saya
Tengkorak Kerbau dan Banteng Liar Baluran-tile
Tulang tengkorak kerbau dan banteng yang jadi ikon Baluran

Puas hunting foto, kami meneruskan perjalanan ke Pantai Bama yang masih berada di taman nasional ini. Macam artis Ibukota kami disambut meriah oleh segerombolan fans kera ekor panjang. Hiks tak apalah sama-sama meriah kok. Pantai Bama ini dikelilingi oleh hutan mangrove jadi masih terlihat asri, selain itu pantainya juga bersih, mungkin karena berada dalam kawasan konservasi kali ya. Di sekitar pintu masuk juga terdapat kantor pengelola dan wisma yang disewakan ke pengunjung. Semoga lain waktu ada rezeki bisa nyobain menginap di wisma ini, indah, tenang jauh dari keramaian. Karena panas yang terik dan masih ada tujuan selanjutnya kami pun tak berlama-lama disini. Perjalanan kami teruskan ke menara pandang untuk melihat Taman Nasional Baluran dari atas.

Pantai Bama Baluran -1
Welcome to Pantai Bama
Pantai Bama
ehemm…yang kanan guide kami mas Dinar, Mba yg kiri lagi buat penelitian katanya, keren!
Wisma Rusa Baluran
Wisma Rusa yang disewakan, infonya klik disini
Kera Pantai Bama
Si Kera aja tau cara menikmati keindahan Indonesia, masa kamu masih di rumah aja.

Dari atas menara pandang ini, kamu bisa melihat luasnya TN Baluran yang indah membentang. Fungsi menara pandang ini bukan hanya untuk menikmati keindahan saja, tapi juga untuk memantau habitat dan ekosistem di TN Baluran ini. Kebetulan kami datang setelah musim penghujan, jadi padang Savananya tampak hijau. Sebaiknya datang kesini saat musim kemarau (Mei-Oktober) padang savana akan menguning dan pohon-pohon akan meringas sehingga makin terasa seperti di Africa. Dari kejauhan kami bisa melihat selat Bali dan Pulau Bali di seberangnya, disisi lainnya ada Gunung Baluran yang tinggi menjulang. Menurut saya ini destinasi terkeren kedua di Jawa Timur setelah Gunung Bromo yang bikin jatuh cinta pada pandangan pertama!

menara pandang Baluran
Kami di menara pandang Baluran
view menara pandang Baluran 2
View dari menara pandang, Tampak Selat Bali dan Pulau Bali di kejauhan
view menara pandang 1
Landscape TN Baluran dari menara pandang

Sayangnya saya tidak sempat melihat sunsetnya yang terkenal cantik karena keterbatasan waktu. Yah anggap saja saya jadi punya alasan untuk kembali lagi kesini.hehehe. Haripun beranjak sore, kami harus melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi. Karena belum makan siang, Mas Dinar mengajak kami mampir ke warung Nasi Tempong Mbok Nah yang nge-hits di Banyuwangi. Kuliner khas Banyuwangi ini punya ciri khas sambal yang ekstra pedas seperti sensasi ditampar atau di “tempong” dalam bahasa Banyuwangi. Seru banget pokoknya, sambelnya pedes asem seger bikin merem melek. Kata mas Dinar, yang bikin beda dari sambal lainnya karena sambal tempong menggunakan buah ranti, sejenis tomat gitu, pokoknya wajib coba kalau ke Banyuwangi ya.

Sego Tempong
Nasi Tempong Mbok Nah yang maknyus bikin huh hah huh hah

Hari pertama pun mesti disudahi sampai disini, karena kami harus istirahat untuk trekking ke Kawah Ijen dinihari nanti. Sampai jumpa lagi Baluran, semoga kita berjodoh lagi di lain waktu. Sampai disini dulu ya ceritanya, lanjut ke cerita perjalanan ke Kawah Ijen di postingan selanjutnya. Terima kasih sudah mampir!

Baluran I'm in Love
Mari jelajahi negerimu, jelajahi negerimu dan cintai negerimu dengan travelling! Udah cocok belum jadi model produk outdoor? *kali aja ada yang endorse ;p

Bagaimana Cara Menuju Kesana dari Jakarta tanpa open trip :

Dari Jakarta cara paling efisien dan murah ada 2, yaitu :

  1. Naik KA Gaya Baru Malam Selatan (Ps.Senen 10:30 WIB – Sby Gubeng 01:30 WIB ) tiketnya Rp. 104.000, sampai di Surabaya Gubeng masih dinihari. Dari sini ada 2 alternatif :
  • Naik bis tujuan Banyuwangi yang lewat Situbondo (sekitar 7-8 jam perjalanan) dari terminal Bungurasih tiketnya Rp. 70.000 – Rp. 100.000, langsung minta turunin deh depan gerbang masuk TN.Baluran. Untuk transportasi kedalamnya bisa sewa motor sama penduduk sekitar.
  • Naik KA Probowangi (Sby Gubeng 04:15 WIB – Banyuwangi Baru 11:45 WIB) tiketnya Rp. 56.000. Dari Banyuwangi bisa rental motor biar nggak bingung lagi transport kedalam TN.Baluran. Di Banyuwangi banyak rental motor, silahkan cari di internet, jarak tempuhnya sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan.
  1. Naik KA Progo (Ps.Senen 22:30 WIB – Lempuyangan 06:55 WIB) tiketnya Rp. 125.000 lalu langsung naik KA Sri Tanjung (Lempuyangan 07:15 WIB – Banyuwangi Baru 21:15 WIB) tiketnya Rp. 94.000. *CARA INI GAK DIJAMIN KARENA KA PROGO BISA AJA TELAT. Biar aman sih bisa naik KA Bogowonto (Ps.Senen 21:45 WIB –Lempuyangan 05:55 WIB ) karena sampai Lempuyangan jam 05:55 WIB, jadi masih ada spare waktu 1 jam-an. Tapi tiket KA Bogowonto lebih mahal ya, mulai dari Rp. 150.000 – Rp. 220.000. Nah cara kedua ini cocok buat kamu yang perginya sehabis pulang kerja/malam hari dari Jakarta, tapi mesti dari jauhhhh hari booking onlinenya ya, karena 2 kereta ini paling cepat habis tiketnya.

Untuk info lengkap cara menuju Banyuwangi bisa mampir kesini 

Tips :

  • Jadwal buka TN. Baluran dari jam 07:30 – 16:00 WIB, jadi yang mau hunting sunset/sunrise harus menginap di Baluran, bisa camping atau sewa penginapan di Wisma Rusa. Info lengkapnya bisa mampir kesini
  • Kondisi jalan dari Gerbang Masuk ke Savanna Bekol banyak bebatuan dan agak rusak, jadi bagi yang bawa kendaraan hati-hati ya dan pastikan kondisinya fit.
  • Baluran panasss cyyiinn~~~ kalo belum siap punya kulit eksotis jangan lupa pakai topi, sunblock, sunglasses. Tapi jangan pake payung merah ya nanti kamu diseruduk banteng !!
  • Disini banyak Macaca alias Kera Ekor Panjang, jangan sombong pamer makanan kalau nggak mau dijambret mereka 😛

 

5 thoughts on “Jalan Cantik ke TN. Baluran, Little Africa In Java Yang Bikin Jatuh Cinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *