Nepal’s Journey Day 8 : Terjebak Macet dan Asyiknya Belanja di Thamel Area

Pagi yang mendung nampaknya menggambarkan isi hati kami yang pada saat itu harus berpisah dengan kota Pokhara untuk kembali ke kota Kathmandu, tepatnya ke Thamel Area. Kami akan kembali menaiki Tourist Bus pukul 7:30 pagi yang tiketnya sudah kami beli dari Dai Raj beberapa hari lalu saat menginap di Pokhara Palace Hotel. Langkah gontai mengiringi kami menaiki bus lokal menuju terminal Tourist Bus Pokhara yang jaraknya  sekitar 3 km dari penginapan kami.

Backpacker ke Nepal
Suasana di dalam bus lokal kota Pokhara

Belasan bus dan puluhan traveler tampak sudah memenuhi terminal bus pagi itu. Setelah menemukan letak bus, kami pun mengisi perut dulu dengan membeli roti dari warga lokal dan menyeduh kopi instant kami yang masih tersisa. Tanpa sengaja kami bertemu kembali dengan duo Italiano, Lorenzo dan Dino. Mereka juga kembali ke Kathmandu pagi itu, sayangnya mereka berbeda bus dengan kami. Setelah mengobrol dan berbagi kontak facebook kami pun berpisah setelah kondektur pus beteriak menginfokan bus akan segera berangkat.

Terminal Tourist Bus Pokhara
Terminal Tourist Bus Pokhara
Backpacker ke Nepal
Si penjual roti yang kami beli rotinya untuk sarapan
Backpacker ke Nepal
Duo Italiano, Dino (kiri) Lorenzo (kanan)

Tepat pukul 7:30, satu persatu bus pun berangkat termasuk bus kami. Kebetulan saya duduk di bagian jendela, jadi bisa mengamati aktifitas warga Pokhara di pagi hari. Bosan melihat jalanan akhirnya saya tertidur begitu juga dengan Riri. Sudah dipertengahan jalan saya terbangun, rupanya bus terjebak kemacetan. Entah macet karena apa, tapi hingga lewat pukul 13:00 bus baru sampai setengah perjalanan. Sepertinya sedang ada perbaikan jalan, hingga menyebabkan kendaraan harus jalan bergantian.

Saya dan Riri pun sampai mati gaya, begitu juga dengan penumpang lainnya. Ada yang menyibukan dirinya dengan membaca, mengobrol seru dengan rekannya, hingga pacaran dan berciuman !! Yang ini benar apa adanya, kerena pasangan itu duduk di bangku depan saya, jadi saya bisa melihatnya dari sela-sela bangku, entahlah si Riri juga melihat atau tidak. Hahaha ok ini serasa nonton live adegan kissing di film-film Hollywood.

Sekitar pukul 14:00 bus berhenti di rest area yang juga sebuah restoran besar. Kami pun membeli makan siang lagi-lagi 1 porsi berdua yang dijual dengan sistem paresmanan. Perut kenyang kami pun pulas tertidur lagi, hingga tak terasa hari sudah senja dan akhirnya kami sampai di kota Kathmandu lagi. Yapp, bus ini telat 4 jam dari jadwal seharusnya, untung saja kami tidak mengejar flight hari itu. Jadi sekedar saran lebih baik prepare ekstra day untuk antisipasi keadaan tak terduga seperti ini.

Backpacker ke Nepal
Suasana asri di rest area yang terletak di pinggir sungai

Turun dari bus kami segera mencari arah ke hostel yang sudah kami booking, Happily Ever After Hostel. Tapi karena tidak punya akses internet kami pun tersesat di jalanan Thamel yang seperti labirin. Setelah bertanya kesana kemari, tidak ada yang tahu tepatnya dimana hostel tersebut, mungkin saking banyaknya hostel di Thamel. Hingga akhirnya ada seorang pemilik travel agen yang meminjamkan akses wifinya untuk kami menncari lewat GPS. Ahhhh, orang baik selalu ada dimana-mana.

Berkat GPS akhirnya kami berhasil menemukannya setelah tersesat 1 jam. Sang pemilik menyambut kami ramah dan mengantarkan kami ke kamar female dormitory. Tadaaaaa, kamarnya masih kosong, artinya hanya kami berdua yang menempati di kamar berisi 8 bunk bed, serasa kamar private. Antara senang dan tidak senang, karena tujuan kami pilih kamar dorm adalah biar bisa berkenalan dengan traveler dari negara lain.

Backpacker ke Nepal
Kamar kami yang kosong melompong di Happily Ever After Hostel Thamel

Setelah mandi dan istirahat sebentar, kami bergegas keluar untuk melihat-lihat Thamel di malam hari. Wow ramai sekali serasa pasar malam disini. Berbagai toko pakaian, mini market, souvenir, alat outdoor, cafe, restoran dan segala jenis penginapan tumpah ruah disini. Kami pun asik melihat-lihat souvenir dan membeli beberapa barang. Oh iya kalau yang malas menawar souvenir/oleh-oleh makanan di toko biasa, kalian bisa beli juga di supermarket besar di Thamel, harganya juga tidak jauh berbeda dengan di toko oleh-oleh. Misalnya seperti teh masala yang dikemas unik dengan dompet, kopi, skin care dan banyak lainnya.

Backpacker ke Nepal
Thamel area di malam hari
Backpacker ke Nepal
Thamel area di malam hari
Backpacker ke Nepal
Salah satu toko souvenir di Thamel Area
Backpacker ke Nepal
Warna-warni pernak-pernik souvenir aksesoris
Backpacker ke Nepal
Selfie bersama penjual souvenir

Memang benar kata orang Thamel ini surganya pecinta alat-alat outdoor, karena banyak sekali toko outdoor yang menjual berbagai macam merk outdoor lokal dan internasional. Tapi kalian mesti hati-hati kalau mau beli karena rata-rata yang dijual adalah edisi KW beberapa brand outdoor ternama. Puas melihat-lihat kami pun segera kembali ke penginapan untuk beristirahat karena besok agenda kami penuh untuk mengeksplore kota Kathmandu sebelum terbang kembali ke Jakarta malam harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *